Bos Smesco: Aplikasi Temu Bikin Mati UMKM RI
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Kemenkop UKM) melalui Smesco Indonesia kembali menyorot keberadaan aplikasi jual beli asal China, yakni Temu. Direktur Utama Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada, blak-blakan menyebut Temu sebagai aplikasi jahat yang dapat membuat mati sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam negeri.
Bos Smeco itu mengungkap produk-produk yang diperjualbelikan melalui aplikasi Temu tidak melalui seller, reseller maupun dropshipper seperti platform jual-beli online pada umumnya. Ia menduga aplikasi Temu memfasilitasi penjualan produk-produk yang tidak laku di China untuk dijual ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Kami mengindikasikan di beberapa kondisi mereka memberikan harga 0%. Di AS mereka sempat memberikan harga 0%, jadi buyer hanya membayar ongkos kirim," kata dia dalam diskusi bersama media di kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (7/8/2024).
Baca Juga
Menurutnya, beroperasinya Temu di Tanah Air sangat berbahaya lantaran barang kemungkinan dikirim langsung dari pabriknya di China. Dengan ketiadaan seller, reseller hingga dropshipper, praktis tidak ikut berkontribusi terhadap kehidupan pelaku usaha lokal.
"Temu ini aplikasi jahat dari China yang kalau dibiarkan masuk, UMKM kami sudah pasti mati. Ini barang langsung datang dari pabrik," sebutnya.
Serbuan Produk Impor dari China
Wientor mengatakan pemerintah telah secara aktif menyisir kanal sosial media untuk memantau pergerakan para pedagang, utamanya yang aktif memasukkan produk-produk impor dari China. Bahkan dalam dua bulan terakhir ia menemukan sejumlah konten di aplikasi TikTok yang yang berisikan tutorial memasukkan barang impor ke Indonesia.
"Bahkan mereka secara detil banyak memberikan tutorial untuk koleganya yang ada di China, mengajak mereka semuanya untuk masuk ke Indonesia melalui berbagai platform sosial media ataupun berbagai platform e-commerce dari China untuk masuk ke Indonesia, bahkan sampai dengan detail bagaimana cara menghadapi aparat," jelas Wientor.
Lalu ia menyebut konten-konten itu turut menunjukkan satu per satu lokasi pergudangan untuk menampung barang-barang impor tersebut. Ia mengungkap saat ini terdapat upaya masif pedagang dari China memasukkan barang ke Indonesia.
Baca Juga
Smesco Dorong Produk UMKM Masuk Pasar Internasional Lewat Halal Expo Inggris
"Kami juga sudah menginformasikan ini ke TikTok Indonesia agar segera men-take down itu. Tetapi karena jumlahnya sangat banyak, jadi kami pikir kita perlu ada upaya bersama untuk mencegah masuknya barang-barang yang sangat murah ini dari China masuk ke Indonesia," terangnya.
Asumsi serbuan produk impor ilegal dari China tersebut terbukti setelah adanya razia Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama satgas di wilayah Jakarta Utara beberapa waktu lalu. Para pedagang tersebut, kata Wientor cukup terganggu dengan adanya razia yang dilakukan Kemendag bersama satgas. Terbukti dengan adanya penyebarluasan informasi di antara jejaring para pedagang impor produk ilegal asal China utamanya melalui TikTok.

