ESDM Optimistis Bahan Bakar B40 Akan Tingkatkan Penghematan Devisa Negara
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, yakni B40. Penggunaan B40 ini pun diyakini bisa semakin meningkatkan penghematan devisa negara.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyebutkan, penggunaan B40 ini akan mengurangi impor solar dibandingkan biodiesel sebelumnya, yakni B35.
“Peningkatan pemakaian biodiesel juga akan makin menurunkan emisi karbon di Indonesia,” kata Eniya Listiani Dewi dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (23/7/2024).
Eniya memaparkan, pada tahun 2023, penghematan devisa dari penggunaan B35 pada sektor otomotif dan non-otomotif mencapai Rp 122 triliun. Sedangkan untuk tahun 2024 ini diperkirakan angkanya juga sama.
Baca Juga
Erick Thohir Sebut Whoosh Menghemat BBM Rp 3,2 Triliun per Tahun
"Kalau tahun depan sudah beralih ke B40, penghematan bisa mencapai sekitar US$ 9 miliar (sekitar Rp 144 triliun)," ujar dia.
Lebih lanjut Eniya menyampaikan, penurunan karbon dioksida (CO2) ditargetkan mencapai 42,5 juta ton dari estimasi pemakaian 16 juta kiloliter (kl) B40 pada 2025. Ini lebih besar dari pemakaian B35 yang mencapai 12,23 juta kl pada tahun 2023 dan diperkirakan mencapai 13 juta kl hingga akhir tahun 2024.
Kementerian ESDM sejatinya sudah meluncurkan uji coba perdana penggunaan biodiesel B40 pada kereta api. Uji coba ini dilakukan di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (22/7/2024) dengan menggunakan KA Bogowonto relasi Yogyakarta-Pasar Senen.
Vice President of Logistics PT KAI, Suryawan Putra Hia menyampaikan, PT KAI saat ini menggunakan 300 juta liter bahan bakar B35. Selama pemakaian, performa mesin KA disebutnya tidak mengalami masalah.
Baca Juga
Pemerintah Bakal Rilis BBM Rendah Sulfur, BPH Migas Bilang Begini
Oleh karena itu, dia optimistis peralihan dari B35 ke B40 akan berjalan lancar, mengingat spesifikasinya hampir sama.
"Sejauh ini (penggunaan biodiesel untuk bahan bakar KA) no issue. Nanti mungkin yang B100 yang challenge banget dan kita optimis kalau B40 ini nggak akan berdampak signifikan pada mesin," terang Suryawan.

