Menko Airlangga: Inovasi dan Investasi Digital Perlu Fokus ke Dua Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, inovasi dan investasi di sektor digital perlu difokuskan kepada dua hal, yakni hilirisasi semikonduktor dan membangun ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Indonesia sudah dipilih AS dalam Indo Pacific Economic Framework (IPEF) menjadi tujuh negara yang menjadi prioritas dan akan di-placement International Technology Security and Innovation (ITSI) Fund, yaitu fund khusus untuk semikonduktor,” kata Airlangga, saat membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Baca Juga
Adapun untuk membentuk ekosistem AI, menurut Airlangga, para pemangku kepentingan perlu meningkatkan research and development (R&D). “Tentunya ini mesti masuk ke beberapa kabupaten yang menjadi zona inovasi yang juga mengembangkan teknologi futuristik,” kata dia.
Airlangga mengungkapkan, kontribusi ekonomi digital berpotensi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 20% pada 10 tahun ke depan. Pemerintah telah meluncurkan strategi nasional ekonomi digital melalui enam pilar, yaitu infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), iklim bisnis dan keamanan siber, penelitian, inovasi, serta pengembangan bisnis.
Airlangga menambahkan, Indonesia menjadi pemimpin dalam pengembangan kerangka ekonomi digital. Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut Indonesia memimpin Digital Economy Framework Agreement (DEFA), satu-satunya kerja sama ekonomi di dunia dan menjadi percontohan bagi Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
“Jadi, kita diakui juga di tingkat global. Lewat program ini, diharapkan ekonomi Asean yang business as usual adalah Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun,” tutur dia.
Baca Juga
Pemerintah Akselerasi Identitas Digital Terpadu untuk Pelayanan Publik
Indonesia, kata Airlangga, saat ini berada di peringkat ke-2 negara dengan tujuan investasi digital terbesar di Asean. Nilai investasi digital yang masuk ke Indonesia untuk di Asean sebesar US$ 21,97 miliar.
“E-commerce Indonesia menyumbang 40% pangsa pasar di ASEAN, pada 2023 kita mencapai US$ 77 miliar. Angka akan terus meningkat. Dengan adanya bonus demografi, masyarakat yang memiliki kemampuan teknologi mencapai 53% dari populasi,” tegas dia.

