Percepat Net Zero Emission, Menko Airlangga Usul Tiga Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mempercepat transisi energi dan mencapai target net zero emission (NZE) Indonesia di masa mendatang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan penerapan tiga hal ini.
Pertama, pengembangan sistem energi bersih terpadu dengan meningkatkan konektivitas jaringan listrik regional untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan.
“Kedua, mentransformasikan sektor transportasi dengan tujuan merevolusi mobilitas melalui pengembangan kendaraan generasi mendatang dan bahan bakar berkelanjutan,” ujarnya, dalam 2nd Ministerial Meeting Asia Zero Emission Community (AZEC), di Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Baca Juga
Ketua Kadin Tekankan Transisi Energi Tidak Korbankan Potensi Pertumbuhan Ekonomi
Terakhir, melakukan promosi yang berkaitan dengan efisiensi energi di semua sektor dengan mendorong pengurangan konsumsi energi yang signifikan dengan berfokus pada proses industri, sistem bangunan, dan produk konsumen.
Dikatakan Airlangga, hal tersebut didasari karena kondisi iklim global yang semakin memburuk. Salah satu upaya lainnya untuk meminimalisir dampak tersebut, ialah dengan membentuk AZEC di sela-sela KTT G20 pada 2020 yang diprakarsai Indonesia dan Jepang.
Baca Juga
Menurutnya, pembentukan AZEC bertujuan untuk mencapai netralitas karbon melalui transisi energi praktis yang disesuaikan dengan keadaan unik di masing-masing negara. Negara anggota AZEC antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, Brunei, dan Australia.
”Kami mendorong kerja sama berdasarkan konsep ‘satu tujuan berbagai jalur’ dengan mengakui beragamnya struktur industri, konteks sosial, geografi, dan tahapan pembangunan di antara negara-negara mitra,” kata Airlangga.
Ia mengungkapkan, kondisi iklim global ke depan masih penuh dengan tantangan, tapi juga memiliki peluang. Transisi Asia menuju sistem energi yang terdiversifikasi dan berkelanjutan akan mendapatkan momentumnya, didorong oleh target nasional dan kebijakan yang mendukung.
“Agar berhasil, kita memerlukan rencana yang koheren dan tegas untuk penerapan teknologi dekarbonisasi secara tepat waktu, kebijakan yang efektif untuk membuka pasar, serta investasi besar dalam inovasi dan penelitian juga pengembangan,” ucap Airlangga.

