APBI Harap Pemerintah Bikin Industri Hilirisasi Batubara Seperti Nikel
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komite Sustainability Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI), FH Kristiono, berharap agar pemerintah secara serius membuat industri hilirisasi batubara seperti nikel. Karena ia menilai banyak manfaat yang bisa diambil dari pengolahan batu bara tersebut.
Kristiono menjelaskan, batubara sejatinya bisa diolah menjadi berbagai produk. Maka dari itu, ia menyayangkan jika pemerintah hanya fokus pada pengolahan batu bara menjadi metanol.
“Jangan hanya berhenti (sampai) bikin metanol saja. Road map seperti nikel itu bagus tuh. Bukan hanya dibikin nikel matte atau nikel sulfat, tapi kita juga mau bikin baterai,” kata Kristiono dalam acara Investortrust Power Talk, Kamis (13/6/2024).
Kristiono mengungkapkan bahwa batubara bisa digunakan sebagai bahan material untuk industri seperti metanol. Kemudian batu bara juga bisa diolah menjadi syngas (gas sintesis).
“Syngas ini seperti feedstock, raw material. Bisa dipakai buat apa saja, mau produk metanol tadi, metanol kan bisa dibikin DME ya, atau dibikin yang paling gampang plastik. Itu bisa dari batubara,” ujar dia.
Baca Juga
IMA: Indonesia Masih Bisa Ekspor Batu Bara Sampai 150 Tahun Lebih
Kendati demikian, Kristiono tidak memungkiri bahwa hilirisasi batubara memang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Namun begitu, ia meyakinkan bahwa banyak manfaat yang akan diperoleh dari hilirisasi batu bara ini.
“Kenapa kita harus impor minyak dan gas lagi kalau dari batu bara bisa? Memang investasinya gede, US$ 2,4 miliar, bukan hal yang kecil. Jadi harus dibikin industrialisasinya,” papar Kristiono.
Untuk program gasifikasi batubara sendiri, Kristiono menyarankan agar Indonesia bisa berkiblat kepada China, bukan negara-negara Barat. Karena menurutnya, China lebih ahli dalam hal ini, sedangkan Eropa hanya mahal teknologinya saja.
“Kenapa pakai teknologi Eropa sih? Toh dia paling setahun 2-3 juta ton kapasitasnya coal to chemical. Sedangkan di China 315 juta,” tegas dia.
Baca Juga
Program Hilirisasi Batu Bara 5 Perusahaan Ini Disetujui Pemerintah, Siapa Saja?

