BP Jamsostek Optimistis Dana Kelolaan Tembus Rp 1.000 Triliun di 2026
JAKARTA, investortrust.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) atau BP Jamsostek optimistis dalam dua tahun ke depan atau pada tahun 2026 total dana kelolaan tembus Rp 1.000 triliun, dengan jumlah peserta mencapai 70 juta orang.
"Kami menargetkan 70 juta pekerja dan dana kelola Rp 1.000 triliun di tahun 2026. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo dalam acara penandatanganan kerja sama Danamon dan BPJS Ketenagakerjaan di Menara Bank Danamon, Jakarta, Senin (3/6/2024).
Anggoro menyebut, target ini cukup tinggi, mengingat dana kelolaan hingga saat ini telah menyentuh angka Rp 735 triliun dan telah melindungi 40 juta pekerja.
"Pada tahun 2023, klaim sebesar Rp 53 triliun telah dibayarkan kepada 4,5 juta pekerja, dan beasiswa pendidikan sebesar Rp 347 miliar diberikan kepada 82.000 anak pekerja," ungkapnya.
Sementara itu, hasil Investasi Jaminan Hari Tua (JHT) per Maret 2024 mencapai Rp 7,79 triliun, sedangkan hasil investasi Program Jaminan Pensiun sebesar Rp 2,79 triliun.
Di sisi lain, instrumen surat utang atau obligasi masih menjadi instrumen investasi terbesar pada 2023, dengan alokasi penempatan sebesar Rp 513,4 triliun atau 72,22% dari total dana investasi.
Hasil investasi pada kuartal I-2024 sebesar Rp 12,31 triliun. Di mana, nilai tersebut sudah memenuhi 22,36% dari total target yang telah ditetapkan pada tahun 2024.
Adapun target hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan untuk tahun ini sekitar Rp 55,04 triliun.
Baca Juga
Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Danamon Sediakan Layanan Iuran Peserta dan Bayar Klaim

