Kinerja Operasional Pertamina EP Penuhi Target 2023
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina EP (PEP) mempertahankan kinerja keuangan perusahaan yang sehat pada tahun buku 2023 dengan predikat ‘AAA’ berdasarkan afirmasi peringkat privat Lembaga Pemeringkat Fitch Rating Indonesia.
Direktur Utama Pertamina EP Wisnu Hindadari menyebutkan, realisasi kinerja operasi perusahaan mampu memenuhi target tahun 2023, antara lain PEP bisa merealisasikan seismic 3D mencapai 443,9 kilometer persegi. "Jumlah itu lebih tinggi dibanding 2022 seluas 269 kilometer persegi atau naik hingga 65%," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/5/2024).
Begitupun, sepanjang 2023 Pertamina EP mencatat temuan contingent resources 2C sebesar 159,12 juta barel standar minyak (MMBOE) dan tambahan cadangan migas proven atau P1 mencapai 87,01 MMBOE, meningkat 217% dari realisasi tahun 2022 sebesar 27,37 MMBOE. Sedangkan lifting ekuivalen minyak melebihi target yang ditetapkan yakni 100,1% dengan realisasi sebesar 176,37 barel setara minyak per hari (MBOEPD).
Wisnu menambahkan, kinerja pemboran eksplorasi PEP berhasil menyelesaikan 6 sumur, dua diantaranya sumur East Akasia Cinta (EAC) 001 dan East Pondok Aren (EPN) 001 yang berlokasi di Jawa Barat.
Baca Juga
SKK Migas dan Pertamina EP Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi Pertama
Lebih lanjut optimalisasi potensi hidrokarbon dari lapangan eksisting baik di sumur pengembangan yang dikelola sendiri maupun mitra, perusahaan menuntaskan 103 pengeboran di seluruh wilayah kerja Pertamina EP. Aktivitas workover atas sumur yang dioperasikan mengalami kenaikan mencapai 201 workover sumur.
Dari upaya optimal yang dilakukan, realisasi produksi migas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini mampu bertahan di posisi ketiga produsen migas terbesar di Indonesia. Di mana realisasi produksi minyaknya sepanjang 2023 mencapai 69.417 barel minyak per hari.
Baca Juga
Pertamina EP Temukan Sumber Migas Baru di Jatibarang dan Bekasi
Sedangkan produksi gas Pertamina EP 836,06 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau terbesar kedua nasional. Keseluruhan capaian ini direalisasikan dengan mengutamakan aspek safety terbukti melalui capaian jam kerja selamat hingga 50,52 juta jam.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Hulu Energi Whisnu Bahriansyah mewakili pemegang saham mayoritas meminta Pertamina EP untuk tetap mempertahankan target operasi yang optimal dan menjaga HSSE Excellent di tahun 2024.

