Kinerja Keuangan dan Operasional Bertumbuh, Begini Dampaknya terhadap Prospek Saham Blue Bird (BIRD)
JAKARTA, investortrust.id – NH Korindo Sekuritas merekomendasikan overweight saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) dengan target harga Rp 2.270 per saham. Target ini mempertimbangkan performa kinerja keuangan hingga kuartal III-2024 sesuai ekspektasi dan potensi pertumbuhan lebih lanjut.
Hingga kuartal III-2024, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp1,3 triliun, meningkat 17% yoy dan laba bersih melesat sebanyak 69% yoy menjadi Rp176 miliar.
Baca Juga
Blue Bird (BIRD) Cetak Lonjakan Laba 21%, Nilainya Jadi Segini
“Kami merekomendasikan Overweight untuk BIRD dengan target harga Rp 2.270 per saham, TP ini mengimplikasikan rasio P/E sebesar 10.3x atau setara dengan Multiple Average Forward PE dalam 2 tahun,” ujar Analis NH Korindo Sekuritas Richard Jonathan Halim dalam risetnya yang dikutip Senin (18/11/2024).
Target tersebut, terang dia, diberikan selama perusahaan mampu untuk menjaga pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas dengan baik, walaupun ada biaya royalti. Sedangkan risiko rekomendasi tersebut adalah adanya regulasi dalam negeri yang berubah dan kontraproduktif, kenaikan biaya dan beban termasuk BBM, serta persaingan yang ketat.
Rekomendasi ini juga menggambarkan keberhasilan perseroan dalam mempertahankan pertumbuhan metriks operasional pendapatan rata-rata per armada (Average Revenue Per Vehicle/ ARPV) taksi regular per hari naik 2% YoY sebesar Rp 728 ribu. Angka tersebut menjadi level tertinggi dengan total armada operasional BIRD mencapai 23.5 ribu unit.
Baca Juga
Bos Blue Bird (BIRD) Optimistis Laba Tumbuh Dua Digit di Semester II-2024
NH Korindo menilai, penguatan ini didukung dengan strategi perusahaan memperluas penerapan dynamic fixed pricing untuk menawarkan tarif yang lebih kompetitif dan menunjukkan peningkatan signifikan kontribusi penggunaan fixed price menjadi dua digit, berbanding satu digit tahun lalu. Inisiatif seperti Bluebird Rent atau charter per jam juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, terutama di kota-kota pariwisata.
Sebagai catatan, hingga September 2024, BIRD mengoperasikan 23,5 ribu unit armada, meningkat dari 22,5 ribu unit pada periode yang sama tahun lalu. Di samping itu, perusahaan yang telah mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 817 miliar dari total tahunan yang direncanakan Rp2,5 triliun.
Grafik Saham BIRD

