Setelah Ehang216, Taksi Terbang Korea Selatan Akan Uji Coba di Juli 2024
JAKARTA, investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan sejumlah investor asing telah menunjukkan minat yang signifikan dalam investasi taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Mohammed Ali Berawi menyatakan, uji coba telah dilakukan untuk taksi terbang Ehang216 di Bandar Udara Budiarto, Curug, Tangerang, dan rencana uji coba untuk taksi terbang Hyundai dari Korea Selatan dijadwalkan pada Juli 2024.
“Kemarin Ehang di Bandara Curug sudah diuji. Kalau untuk (Sky Taxi) Hyundai yang besar, 5 passengers (4 penumpang dan 1 pilot) itu rencana (uji coba) bulan Juli 2024,” ungkap Ali di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Jumat (8/12/2023).
Kendaraan udara otonom tanpa awak atau ‘taksi terbang’ sangat dibutuhkan sebagai sarana transportasi yang efisien. “Daerah kita kan gunung-gunung butuh transport seperti (pengiriman) alat medis, kemarin sudah uji coba Ehang itu di Bandara Curug Tangerang,” tutur Ali.
Baca Juga
OIKN Sebut Korsel Masuk Lima Besar Calon Investor Asing di IKN
Saat ini, ada tiga negara yang ingin investasi taksi terbang di IKN, yaitu Korea Selatan, Amerika, dan China. “Jadi, yang Ehang216 dari China. Kalau Hyundai dari Korea Selatan, Sky Taxi tadi. Kita jajaki juga dari Amerika, Boeing Wisk namanya,” kata Ali.
Selanjutnya, OIKN menjajaki kerja sama dengan Boeing Wisk dari Amerika, mereka berupaya mengintegrasikan teknologi taksi terbang ini ke dalam infrastruktur IKN.
“Belum ada Letter of Intent (LoI), masih inisial diskusi kemarin itu. Harapannya akan terjadi lompatan teknologi melalui transfer pengetahuan dengan luar negeri. Kalau kemampuan produksi kita miliki, maka 2045 kita punya kemampuan untuk jadi negara maju,” jelas Ali.
Sementara itu, OIKN juga berencana untuk menguji coba kendaraan otonom ‘tanpa awak’ dengan teknologi sensor canggih yang bekerja sama dengan perusahaan lokal seperti DAMRI dan Bluebird.
Baca Juga
“Di Juli 2024 tidak hanya Sky Taxi Hyundai tapi juga autonomus vehicle, itu kita sudah coba teknologi provider yang ada sistem sensornya, nanti kita kerja samakan dengan perusahaan lokal. Potensinya dikerja samakan dengan perusahaan Damri dan Bluebird,” ujar Ali.
Ali juga menyampaikan, pihaknya telah berdiskusi dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk potensi kerjasama dalam pengembangan drone terbang menggunakan sensor.
“Saya juga sudah bicara dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). PTDI kan sudah bisa bangun helikopter, mungkin bisa bangun drone terbang dengan sensor segala macam, dan mereka bisa kerja sama dengan perusahaan luar negeri,” kata Ali. (CR-3)

