Bidik Pembiayaan Rp 2,1 Triliun 2026, LPDB Koperasi Targetkan 'Credit Scoring' AI Beroperasi pada 2027
Poin Penting
|
YOGYAKARTA, investortrust.id — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi tengah menyiapkan sistem penilaian kelayakan kredit atau credit scoring berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI). Langkah strategis ini diambil guna mempercepat dan mempermudah proses penyaluran pembiayaan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta koperasi reguler.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi terintegrasi tersebut saat ini sedang berjalan dan ditargetkan sudah dapat diimplementasikan pada tahun 2027 mendatang.
Baca Juga
LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Sektor Riil via Temu Mitra dan Sistem Digital
"Kami sedang develop credit scoring yang terintegrasi supaya proses lebih cepat, mengurangi subjektivitas, tapi tetap komprehensif. Insyaallah 2027 bisa diimplementasikan," ujar Krisdianto dalam acara Media Gathering di Yogyakarta, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi AI bertujuan untuk memangkas birokrasi penilaian tanpa mengorbankan akurasi dan prinsip kehati-hatian. Terlebih, saat ini LPDB hanya memiliki kewenangan menyalurkan pembiayaan secara langsung melalui koperasi, dan tidak lagi melalui perbankan. "LPDB harus tetap selektif tapi bisa melayani banyak koperasi," tambahnya.
Ke depan, LPDB mengemban penugasan khusus untuk membiayai ekosistem KDKMP secara menyeluruh. Ruang lingkup pembiayaan ini mencakup rantai pasok dari koperasi primer dan sekunder, seperti koperasi hub dan distribution center—hingga pihak offtaker atau co-factory. Kendati demikian, LPDB tetap berkomitmen melayani koperasi reguler di sektor riil serta koperasi simpan pinjam berbasis teknologi.
Di tengah tantangan perekonomian global, LPDB mematok target ambisius penyaluran dana bergulir sebesar Rp 2,1 triliun sepanjang 2026. Jika target ini tercapai, maka angka tersebut akan menjadi pencapaian tertinggi dalam sejarah lembaganya.
Baca Juga
LPDB Koperasi Beri Tawaran Menarik untuk Gen Z Lawan Pinjol, Apa Itu?
"Tahun ini kita ditargetkan Rp 2,1 triliun. Insyaallah minimum tercapai, bahkan saya meminta jajaran direksi untuk dapat melampauinya. Jika menembus angka di atas Rp 2 triliun, ini adalah kali pertama dalam sejarah LPDB," tegas Krisdianto.
Berdasarkan data historis, sejak beroperasi pada 2008 hingga Oktober 2026, LPDB tercatat telah menyalurkan total akumulasi pembiayaan sebesar Rp 22,9 triliun kepada 3.929 mitra koperasi yang tersebar di 36 provinsi di seluruh Indonesia.
