Kemenkop Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi Siapkan Pembiayaan
Poin Penting
|
MUSI BANYUASIN, investortrust.id – Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan hilirisasi sawit berbasis koperasi. Untuk mendukung langkah tersebut, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi siap memperkuat dukungan pembiayaan bagi koperasi petani sawit.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi yang digelar di Gedung OPP Room Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (11/8). Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas petani sawit, asosiasi, kelompok tani, perangkat daerah, hingga pengurus koperasi.
Seminar menghadirkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani sebagai pembicara utama. Hadir pula Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, serta Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman.
Baca Juga
LPDB Sudah Koperasi Salurkan Pembiayaan ke 9 Gerai Kopdes Merah Putih, Bunga Khusus 4%
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, pihaknya membuka luas kolaborasi dengan koperasi petani sawit, khususnya dalam pengelolaan kebun sawit dan pengembangan hilirisasi. Koperasi perlu menjadi mitra strategis utama dalam pengelolaan industri sawit sehingga nilai tambah dari sektor tersebut dapat dinikmati langsung oleh petani.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pemerintah mendukung berbagai skema kerja sama antara petani sawit rakyat dan PT Agrinas Palma Nusantara.
Ferry menilai dominasi sektor swasta dalam industri sawit nasional perlu diimbangi dengan penguatan peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat. Semangat Pasal 33 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menjadi landasan dalam membangun model pengelolaan sawit yang lebih adil.
Baca Juga
Penyaluran Dana LPDB Koperasi Tembus 53% di Semester I, Sektor Riil Jadi Prioritas
“Kami Kementerian Koperasi bersama dengan LPDB Koperasi akan membantu, mendampingi, dan tentunya membiayai koperasi petani sawit yang mengelola lahan bersama Agrinas Palma. Kami ingin koperasi menjadi bagian penting dari rantai industri sawit nasional, mulai dari produksi hingga hilirisasi,” ujar Ferry.
Ferry juga mendorong koperasi sawit untuk mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) secara mandiri dengan memanfaatkan skema pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi serta dukungan pembiayaan lainnya.
Pembiayaan Hilirisasi Sawit
Sementara itu, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menegaskan bahwa LPDB Koperasi siap menjadi mitra pembiayaan strategis bagi koperasi produktif yang ingin meningkatkan kapasitas industri, memperkuat kelembagaan, dan masuk ke sektor hilirisasi.
Menurut dia, masa depan industri sawit Indonesia tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan koperasi sebagai pemilik dan pengelola nilai tambah.
“Apa yang disampaikan Bapak Menteri Koperasi dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara sejalan dengan arah transformasi pembiayaan sektor riil yang sedang didorong LPDB Koperasi. Petani tidak boleh berhenti sebagai pemasok tandan buah segar, tetapi harus naik kelas menjadi pelaku industri melalui koperasi,” kata Krisdianto.
Ia menambahkan, pembiayaan dana bergulir dapat menjadi instrumen untuk memperkuat kelembagaan, membangun fasilitas pengolahan, dan meningkatkan posisi tawar petani.
Baca Juga
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air Bersih yang Dibangun TNI-Polri
LPDB Koperasi tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga mendukung koperasi melalui pendampingan, penguatan tata kelola, dan peningkatan kapasitas usaha agar pembiayaan yang diberikan dapat digunakan secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin koperasi menjadi entitas bisnis yang sehat, profesional, dan mampu mengelola rantai nilai dari hulu hingga hilir. Ketika koperasi memiliki pabrik pengolahan, akses pasar, dan manajemen yang baik, maka manfaat ekonomi akan kembali kepada anggota koperasi, yaitu para petani. Itulah esensi ekonomi kerakyatan yang diamanatkan konstitusi,” ujarnya.
Musi Banyuasin Berpotensi Jadi Model Nasional
Krisdianto menilai kolaborasi antara koperasi, PT Agrinas Palma Nusantara, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan lembaga pembiayaan menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem sawit berbasis koperasi yang lebih inklusif.
Baca Juga
LPDB Koperasi Siapkan KDKMP di Papua Naik Kelas dan Akses Pembiayaan Dana Bergulir
Menurutnya, Musi Banyuasin memiliki potensi menjadi model nasional dalam pengembangan hilirisasi sawit berbasis koperasi karena memiliki basis petani yang kuat, dukungan pemerintah daerah, serta peluang integrasi dengan industri pengolahan.
Dengan penguatan kelembagaan koperasi, akses pembiayaan, dan kemitraan industri, pemerintah berharap koperasi sawit mampu menjadi motor penggerak hilirisasi, peningkatan kesejahteraan petani, dan penguatan ketahanan ekonomi nasional. Bagi LPDB Koperasi, hilirisasi sawit berbasis koperasi merupakan langkah strategis untuk memastikan nilai tambah komoditas sawit dinikmati lebih besar oleh petani melalui kepemilikan bersama dalam wadah koperasi.

