DEN Ungkap Peluang RI Rebut Bisnis Data Center dari Singapura
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik pengembangan data center dari Singapura. Peluang tersebut muncul di tengah kebutuhan data center terhadap pasokan listrik yang andal serta ketersediaan air untuk sistem pendingin.
Anggota DEN Satya Widya Yudha mengatakan sejumlah negara, termasuk Singapura, menghadapi tantangan dalam menyediakan pasokan energi yang reliable untuk mendukung kebutuhan data center.
“Data center itu hari ini cukup menarik perhatian. Amerika menyetop, Singapura menyetop. Karena apa? Karena mereka tidak mempunyai supply (energi) yang reliable. Kita membutuhkan reliability di dalam supply data center,” kata Satya saat paparannya pada acara Seminar Nasional Green Economy 2045 yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Satya menjelaskan sistem pendingin yang digunakan pusat data membutuhkan air dalam jumlah tertentu sehingga dapat memengaruhi keseimbangan sumber daya air.
Baca Juga
Bahlil Jamin Pasokan Listrik Data Center Aman, Harga Disebut Lebih Kompetitif
Menurut dia, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan data center dengan dukungan ketersediaan air dan energi. Salah satunya melalui pemanfaatan waduk untuk memenuhi kebutuhan air sekaligus mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung atau floating PV.
“Kita usulkan juga di Waduk, mulai Cirata, Bendungan Jatiluhur. Karena apa? Karena kebutuhan daripada air bisa dipenuhi. Sementara kita menggunakan floating PV,” bebernya.
Terlebih, dia juga menyebut pemanfaatan waduk untuk floating PV masih bisa diperluas karena batas pemanfaatannya mencapai 20% dari luas waduk, sementara penggunaan di Waduk Cirata saat ini masih jauh di bawah batas tersebut.
“Dengan demikian data center paling cocok gitu kira-kira apabila center-center pengembangannya ada di Indonesia,” katanya.
