Dampingi Prabowo ke Rusia, Bahlil Kawal Agenda Energi dan Investasi RI
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Federasi Rusia pada 1-4 September 2026. Presiden Prabowo hadir sebagai salah satu tamu kehormatan utama dalam EEF ke-11.
Puncak agenda forum berlangsung melalui Sesi Pleno EEF pada 3 September 2026, di mana Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai kerja sama ekonomi, ketahanan energi, dan investasi di kawasan Eurasia serta Asia-Pasifik bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah pemimpin negara mitra lainnya.
Baca Juga
'Lifting' Minyak 2027 Dipatok 612.500 BOPD, Bahlil Ungkap Sumber Tambahannya
Selain mengikuti agenda utama forum, Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan Bilateral Working Lunch bersama Presiden Vladimir Putin. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menindaklanjuti berbagai komitmen kerja sama kedua negara.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membawa mandat untuk memastikan sektor energi menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan kerja sama bilateral kedua negara.
Bagi Kementerian ESDM, keterlibatan Menteri Bahlil dalam kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan agenda energi yang dibahas pada tingkat kepala negara dapat diterjemahkan dalam kerja sama sektoral yang konkret.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan tersebut memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi yang sudah disepakati di tingkat Kepala Negara.
"Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara," ujar Anggia dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Selain agenda kenegaraan, forum EEF juga menjadi ruang bagi Menteri ESDM untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan pelaku usaha Rusia mengenai peluang investasi di sektor energi Indonesia.
Baca Juga
Masyarakat Banyak Beralih ke Pertalite, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Penguatan hubungan kerja sama energi Indonesia-Rusia menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menghadapi tantangan terkait kebutuhan energi yang terus berkembang melalui kolaborasi internasional. Berbagai peluang kerja sama tersebut tetap memerlukan tindak lanjut dan pembahasan komprehensif agar dapat diwujudkan sesuai kebutuhan serta kepentingan kedua negara.
Hal merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa agenda diplomasi energi dspat dapat mendukung dan memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
