'Lifting' Minyak 2027 Dipatok 612.500 BOPD, Bahlil Ungkap Sumber Tambahannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah menaikkan target lifting minyak nasional pada 2027 menjadi 612.500 barrel oil per day (BOPD). Target tersebut disiapkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengantisipasi belum tercapainya target lifting tahun ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan peningkatan lifting menjadi salah satu langkah yang harus ditempuh pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi. Dalam APBN 2026, target lifting minyak ditetapkan sebesar 610.000 BOPD.
“Ya memang kita tahu bahwa proses untuk menuju ketahanan energi kita memang harus meningkatkan lifting. Pada 2026 itu dalam APBN 610.000 barel per day,” kata Bahlil saat ditemui di gedung parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Bahlil menjelaskan, target lifting 2026 menghadapi sejumlah kendala, salah satunya penurunan produksi Blok Cepu yang dioperasikan ExxonMobil. Produksi blok tersebut sebelumnya diproyeksikan mencapai peak sekitar 185.000 BOPD, tetapi turun menjadi sekitar 140.000 BOPD.
Baca Juga
ESDM Usulkan ICP 2027 US$ 75, Lifting Minyak Ditargetkan 612.500 BOPD
Selain itu, gangguan sistem kelistrikan di salah satu blok migas di Sumatra juga berdampak terhadap produksi. Bahlil menyebut gangguan tersebut menyebabkan kehilangan produksi sekitar 4 juta hingga 5 juta barel.
“Kemudian kita punya blok yang ada di Sumatra itu terjadi trouble listrik sehingga kita kehilangan kurang lebih sekitar 4 sampai 5 juta barel. Nah itu kemudian membuat target lifting 2026 masih belum tercapai 610.000 barel,” ujarnya.
Untuk 2027, pemerintah sebelumnya menetapkan kisaran target lifting minyak dalam Nota Pengantar RAPBN sebesar 605.000-620.000 BOPD. Setelah pembahasan, pemerintah menyepakati angka tengah sebesar 612.500 BOPD.
Bahlil mengatakan peningkatan target tersebut akan ditopang oleh tambahan produksi dari sejumlah sumur baru. Salah satunya berasal dari kegiatan Petronas di wilayah Madura, selain tambahan sumur di sejumlah wilayah lainnya.
Pemerintah juga akan mendorong pemanfaatan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi dari lapangan yang sudah berproduksi. Potensi tambahan produksi juga masih berasal dari sejumlah sumur di wilayah Sumatera.
“Kita memang sekarang kan di 2027 itu terjadi beberapa penambahan sumur, seperti Petronas yang ada di wilayah Madura. Terus ada beberapa penambahan sumur kita yang memakai teknologi EOR. Terus ada juga beberapa penambahan potensi sumur kita yang ada di Sumatera,” jelas Bahlil.
Baca Juga
AS Serang Pulau Larak di Selat Hormuz, Minyak Brent Kembali Tembus US$ 90
Kendati demikian, Bahlil mengingatkan peningkatan lifting harus diikuti kesiapan infrastruktur pendukung, terutama listrik dan jaringan pipa. Gangguan pada infrastruktur tersebut dapat menghambat produksi maupun penyaluran minyak.
“Doakan saja mudah-mudahan enggak ada trouble di sektor listrik atau di pipa. Pipa itu kan juga bisa membuat problem ketika lifting-nya naik tapi penyalurannya enggak bisa kita lakukan,” pungkasnya.
