Masyarakat Banyak Beralih ke Pertalite, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite, hingga akhir 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah potensi konsumsi Pertalite melampaui kuota akibat peralihan sebagian masyarakat dari BBM nonsubsidi.
Bahlil mengatakan pemerintah masih menghitung besaran potensi kelebihan kuota Pertalite yang terjadi sepanjang 2026 ini. Perhitungan tersebut diperlukan untuk melihat dampak pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
Baca Juga
“Kita lagi menghitung potensi kelebihannya berapa. Memang kan ketika terjadi kenaikan harga minyak dunia itu ada sebagian yang RON 92, teman rakyat yang lain masuk untuk mengisi (beralih) ke RON 90 sehingga terjadi kenaikan (konsumsi), tapi kenaikannya kita lagi menghitung,” kata Bahlil saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut dia, kenaikan konsumsi Pertalite terjadi setelah sebagian pengguna BBM dengan research octane number (RON) 92 atau setara Pertamax beralih menggunakan BBM RON 90 yang disubsidi pemerintah. Fenomena tersebut muncul ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan.
Meski konsumsi berpotensi melebihi kuota, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut akan tetap dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi energi global.
“Apa pun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan sampai dengan 2026 Desember sambil kita melihat perkembangan global,” tegas Bahlil.
Bahlil mengatakan keputusan mempertahankan harga BBM bersubsidi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga energi global. Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan konsumsi BBM subsidi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM nonsubsidi akan tetap mengikuti mekanisme pasar. Artinya, perubahan harga minyak dunia dan dinamika pasar energi akan menjadi dasar bagi penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Baca Juga
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Aman, Distribusi ke SPBU Berjalan Normal
“Namun, kalau untuk harga BBM nonsubsidi kita akan serahkan kepada harga pasar. Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada itu yang akan kita lakukan penyesuaian,” ujar Bahlil.
Dengan demikian, hingga akhir 2026 pemerintah memilih mempertahankan harga Pertalite, sembari menghitung dampak pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi. Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi akan bergerak mengikuti perkembangan harga energi global.
