Pendaftar Program Magang Nasional Tembus 400.000 Orang
JAKARTA, investortrust.id - Program magang nasional atau MagangHub yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk penempatan mahasiswa kerja magang di perusahaan-perusahaan pada tahap pertama pendaftarnya menembus angka 400.000 orang. Pada tahap atau batch I ini, kuota yang dialokasikan sebanyak 50.000 peserta.
"Alhamdulillah, magang sekarang berproses. Kita sedang seleksi dan oleh perusahaan. Kita baru buka batch (tahap) pertama 50.000 orang, tetapi antusiasme luar biasa, yang daftar itu lebih dari 400.000," ucap Menteri Ketenagakerjaan Prof Yassierli dikutip dari Antara, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga
Menko Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Solid, Ajak Apindo Serap 150 Ribu Magang Gen Z
Sejauh ini, perusahaan-perusahaan sedang melaksanakan seleksi untuk tahap pertama dengan kuota 50.000 orang peserta. Total dari program magang ini dialokasikan sebanyak 150.000 orang disebar di seluruh Indonesia.
"Kita berharap perusahaan bisa mendapatkan kandidat yang sesuai dengan diharapkan, sehingga nanti adik-adik kita peserta magang nanti bisa belajar banyak di perusahaan tersebut," kata mantan Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) itu.
Untuk itu, kata Yassierli, tim Kemenaker terus memonitor program ini, dan pada angkatan kedua akan lebih detail melihat perusahaan mana saja tempat mereka magang, termasuk memilih perusahaan tempat magang mereka sesuai program studinya saat di kampus.
Selain program magang, pemerintah juga menyiapkan pelatihan vokasi dengan alokasi 270.000 peserta bagi lulusan SMA, SMK atau sederajat secara gratis. Program ini demi meningkatkan kompetensi teknis dan non teknis sebagai bekal keterampilan memadai untuk mereka memudahkan mencari kerja maupun merintis usaha mandiri.
"Sekarang sedang kita data, kurikulumnya sudah siap, instrukturnya sudah siap," kata Komite Audit dan Manajemen Risiko Majelis Wali Amanat ITB itu.
Yassierli menjelaskan, pelatihan vokasi tersebut merupakan kegiatan belajar guna meningkatkan, mengembangkan keahlian dan keterampilan agar siap bekerja baik dalam dunia industri dan berwirausaha.
"Kita sudah melatih 70.000, dan kita akan tambahkan 270.000 pelatihan vokasi di 43 balai yang ada di Kemenaker," katanya.
Selain di balai Kemenaker, rencananya sebagai bagian dari bentuk pemerataan program pihaknya juga akan mengalokasikan program tersebut di balai-balai pelatihan lainnya.
"Nanti kita juga akan berikan alokasi untuk balai-balai yang ada di daerah," tutur guru besar Fakultas Teknologi Industri ITB ini.
Baca Juga
Pendaftaran MagangHub Batch 1 Masih Dibuka Sampai 28 Juli 2026, Simak Jadwal dan Tahapannya
Sementara, Koordinator Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidatonya di Rakornas APINDO menyampaikan, program MagangHub ini harus dimanfaatkan dengan baik, terutama Apindo yang dapat menyerap tenaga kerja.
"Saya minta para pengusaha yang ada di Apindo mengikutkan perusahaannya mendaftar dan menerima peserta magang dari adik-adik kita Generasi Z. Ini kesempatan bagi Apindo menerima magang kerja," paparnya.
Airlangga menjelaskan, bagi peserta yang mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan swasta tersebut, tetap mendapatkan uang bersumber dari anggaran negara sehingga pihak perusahaan tidak akan terbebani untuk menggaji mereka.
"Jadi, mahasiswa Gen-Z ini diberi gaji pemerintah selama enam bulan (magang). Bapak ibu tidak menanggung apa-apa. Kita minta sesudah enam bulan dilihat bagaimana penerimaannya. Berdasarkan batch (tahap) pertama tahun kemarin, itu 60% tenaga kerja terserap, bahkan mereka melanjutkan magang," katanya.
