Pendaftar Membludak, Program Magang Fresh Graduated Dilanjutkan dan Kuota Ditambah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program magang untuk fresh graduated perguruan tinggi menorehkan minat besar.
“Kami melihat yang mendaftar juga sudah besar,” kata Airlangga, saat membuka acara Metro TV News, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga
Kadin Sambut Positif Inisiasi Pemerintah Buka Magang Berbayar
Hingga penutupan program Rabu (15/10/2025), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat program magangan nasional batch I 2025 telah menarik 156.159 pendaftar. Sementara itu, perusahaan yang berpartisipasi mencapai 1.668 perusahaan.
“Program ini untuk gen Z di mana mereka bisa mendaftar dan akan di-launch tangggal 20 Oktober,” ujar dia.
Dengan membludaknya pendaftar, peluang peserta magang yang diterima hanya 12,8% dari total kuota 20.000 posisi. Melihat antusiasme ini, Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan program magang nasional pada November 2025.
“Program ini akan terus dilanjutkan untuk November, Bapak Presiden menambahkan untuk 80.000 (posisi). Jadi tahun ini akan disiapkan 100.000,” jelas dia.
Dalam keterangan resminya, Sekretaris Jenderal Kemenaker, Cris Kuntadi, menjelaskan program magang nasional batch I dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pendaftaran perusahaan dan usulan program magang berlangsung pada 1–14 Oktober 2025, pendaftaran peserta pada 7–15 Oktober 2025, seleksi dan pengumuman peserta pada 16–18 Oktober 2025, dan pelaksanaan magang dijadwalkan mulai 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026.
Baca Juga
Kemenkeu Buka Peluang Tambah Kuota 100.000 Program Magang Pasca Evaluasi
Pada batch I ini, Kemenaker menyediakan kuota awal bagi 20.000 fresh graduate. Selama enam bulan masa pemagangan, peserta akan memperoleh uang saku setara upah minimum yang dibayarkan oleh pemerintah melalui bank-bank Himbara.
“Selain uang saku, peserta magang juga akan memperoleh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor dari perusahaan tempat magang, serta sertifikat bagi peserta yang menyelesaikan program secara penuh,” ucap Cris.

