Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch I Resmi Dibuka, 14.913 Orang Mulai Magang Kerja Hari Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah resmi membuka Program Pemagangan Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi Batch I. Program ini diharapkan menjadi jembatan strategis antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
"Alhamdulillah pada pagi hari ini kita laksanakan pembukaan program Magang Nasional, sebuah inisiatif strategis tentu dari Pak Presiden, Pak Prabowo, dan kemudian memberikan arahan kepada Pak Menko, dan yang melaksanakan adalah Kementerian Ketenagakerjaan," ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam acara Pembukaan Program Pemagangan Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi Batch I di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (20/10/2025).
Yassierli mengungkapkan, terdapat 1.668 perusahaan mendaftar dengan total usulan 26.181 posisi magang. Dari jumlah itu, 20.457 posisi disetujui, dan setelah proses seleksi yang diumumkan 19 Oktober 2025 lalu, 15.876 peserta dinyatakan lolos, dan ditetapkan sebagai peserta magang pertama adalah sebanyak 14.913 orang.
Lebih lanjut, Yassierli menyebut, program ini juga menjadi sarana peningkatan kompetensi selama enam bulan dengan uang saku yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Menurut Yassierli, hal itu setara dengan upah minimum di masing-masing daerah.
"Pemerintah memberikan kesempatan kepada para lulusan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan kompetensi selama enam bulan, dengan uang saku dibayar oleh pemerintah sesuai dengan upah minimum," ungkap Yassierli.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menjelaskan, program pemagangan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025. Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman kerja, memperkuat keterampilan praktis, serta memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
"Pengumuman pada tanggal 19 Oktober kemarin tercatat 15.876 orang yang ditetapkan sebagai peserta magang pertama adalah 14.913 yang sebagian hadir dalam aula ini dan sebagian lainnya hadir dalam kanal Youtube yang sudah kita sediakan," jelas Anwar.
Anwar menambahkan, pemerintah akan membuka gelombang kedua pada 21-23 Oktober 2025. Hal itu dikarenakan tingginya minat dan keterbatasan waktu seleksi.
Secara rinci, provinsi dengan jumlah peserta dan perusahaan terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Posisi magang yang paling diminati berada di bidang sales dan administrasi. Kemudian, minat di bidang digital marketing dan digital assistant juga mulai meningkat.

