Tambak Terintegrasi Waingapu Diproyeksi Serap 7.000 Tenaga Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan operasional kawasan budi daya udang terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur akan menghasilkan 52.800 ton udang per tahun dengan nilai produksi sekitar Rp 4 triliun, serta menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja pada sektor hulu, produksi, dan hilir.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, tambak ISF Waingapu seluas 2.150 hektare dirancang sebagai ekosistem industri udang yang lengkap, bukan hanya kawasan tambak. Pemerintah menyiapkan infrastruktur utama untuk mendukung proses produksi, sedangkan sektor swasta didorong memperkuat mata rantai industri dari hulu hingga hilir.
“Tambak saja dibangun tidak cukup kalau tidak diikuti hulu dan hilirnya. Nanti dibangun hatchery, pabrik pakan, fasilitas pengolahan, dan pabrik es di sini,” kata Trenggono saat meninjau progres pembangunan ISF Waingapu bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, dikutip Minggu (2/8/2026).
Area produksi Tambak ISF Waingapu dirancang dalam 12 klaster yang terdiri atas 1.536 kolam budi daya, 192 tandon, dan 48 instalasi pengolahan air limbah atau IPAL klaster. Kawasan ini juga dilengkapi jaringan intake, area karantina, jalan produksi, fasilitas penunjang, serta IPAL utama seluas 82,34 hektare untuk mendukung kegiatan budi daya yang efisien, terukur, dan berkelanjutan.
Baca Juga
Serap Ribuan Tenaga Kerja, Tambak Udang Rp 7,2 T di Waingapu Bisa Dongkrak Ekonomi 34,7%
Hingga 29 Juli 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 10% dengan dukungan 312 unit alat berat dan melibatkan 682 tenaga kerja konstruksi. Tahap pembangunan berlangsung pada 2026–2027, dilanjutkan operasional tahap awal pada 2027 dan operasional penuh pada 2028.
“Kalau kita yang produksi dan kita ekspor, kita akan mendapat devisa. Yang diuntungkan adalah rakyat Sumba, NTT, dan Indonesia. Itu yang disebut swasembada pangan untuk kehormatan,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, kehadiran Tambak ISF Waingapu akan menciptakan efek ganda bagi perekonomian daerah. Produksi udang dalam skala besar akan meningkatkan kebutuhan jagung dan tepung ikan sebagai bahan baku pakan sehingga membuka pasar untuk hasil pertanian dan perikanan lokal. Perputaran ekonomi juga diperkirakan mendorong pertumbuhan UMKM, perhotelan, transportasi, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali menyambut pembangunan Tambak ISF Waingapu sebagai program strategis yang diyakini mampu mengubah struktur ekonomi daerah. Proyek tersebut dinilai berarti bagi Sumba Timur yang masih menghadapi angka kemiskinan hampir 25 persen karena akan membuka peluang kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Hadirnya program ini akan sangat berdampak bagi masyarakat Kabupaten Sumba Timur, terutama dari sisi terbukanya peluang lapangan kerja dan perbaikan kehidupan warga ke depan,” sebut Lili.
