Bertemu Airlangga, Kadin Siap Luncurkan We Buy From Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan meluncurkan buku We Buy From Indonesia pada 8 Agustus 2026 sebagai upaya memperkuat promosi produk nasional sekaligus mendorong ekspor, investasi, dan industrialisasi berbasis nilai tambah.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, inisiatif tersebut telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memperoleh dukungan pemerintah. Sebelumnya, konsep yang sama juga telah dipaparkan kepada Menteri Perdagangan.
"Tadi kita bertemu Pak Menko Perekonomian. Dan seperti sebelumnya kepada Pak Mendag, kita minta masukan dan juga mohon dukungan untuk produk kita, We Buy From Indonesia. Jadi buku ini adalah alat marketing, tapi juga memberi inspirasi untuk berdagang, atau untuk meningkatkan trade," ujar Anindya usai bertemu Airlangga di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Menurut Anindya, nilai ekspor Indonesia saat ini mencapai sekitar US$ 300 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 60 miliar berasal dari komoditas utama seperti batu bara, minyak sawit (CPO), serta ferro alloy dan baja. Sementara sisanya mencapai US$ 240 miliar berasal dari berbagai produk manufaktur dan industri yang banyak melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Nah kita sekarang mempunyai bukan saja buku, tapi teknologi untuk mengerti lebih jauh di bidang apa misalnya. Di mobil itu banyak sekali, yang kecil-kecil bisa di double click komponen-komponennya. Dan ternyata setelah dilihat, dan ini masih buku pertama ya, ada 80 produk-produk internasional yang dibuat komponennya di sini (Indonesia). Seperti apa? Tesla, Airbus, Uniqlo, IKEA, Panasonic, Goodyear, sampai kepada yang bersifat industri kreatif, seperti animasi,” papar Anindya.
Anindya berharap publik, khususnya generasi muda, semakin memahami bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam rantai pasok global. Sebab, dia menilai jika perdagangan Indonesia maju, orang-orang akan semakin banyak yang berinvestasi.
“Kalau berinvestasi, industrialisasi terjadi. Dan yang menarik, yang tadi kita bicara kecil-kecil ini, ini semuanya ada nilai tambahnya karena diproses di Indonesia," sebut dia..
Lebih lanjut Anindya menerangkan, peluncuran buku We Buy From Indonesia ditargetkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 dan diharapkan menjadi kontribusi nyata Kadin dalam memperkuat daya saing perdagangan Indonesia di pasar internasional.
"Ini adalah suatu kontribusi Kadin kepada perekonomian Indonesia, tapi juga membuat suatu produk yang gampang dimengerti, sehingga kalau kita ke luar negeri, menjalin kerja sama seperti free trade agreement, comprehensive economic partnership, itu balik ke Indonesia, ada istilahnya pengejawatan," ujarnya.
Anindya mengungkapkan pemerintah menyambut positif inisiatif tersebut. Bahkan, buku tersebut direncanakan akan dipajang di jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara sebagai media promosi produk nasional.
"Mereka mendukung sekali, seperti juga Pak Menteri Perdagangan. Dan saya melihat ini adalah suatu yang sangat bermanfaat. Bahkan kemarin Pak Mendag mengatakan di ITPC, Indonesia Trade Promotion Center, itu juga akan disajikan buku-buku seperti ini hanya untuk menarik minat," katanya.
