BP Tapera Salurkan 111.537 KPR FLPP, Buruh Jadi Penerima Terbesar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 111.537 unit senilai Rp 13,87 triliun per 23 Juli 2026. Capaian tersebut setara 31,87% dari target penyaluran FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyatakan, mayoritas penerima KPR FLPP berasal dari kalangan pekerja swasta dan buruh.
Baca Juga
Serapan KPR FLPP Tembus 77.532 Unit per Juni, BTN Jadi Penyalur Terbesar
"Dari realisasi kita pada hari ini sudah di angka 111.537 unit. Itu 71.250-nya atau kurang lebih mungkin 73-74%-nya itu adalah pekerja swasta dan buruh," kata Heru dalam konferensi pers di kantornya, Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, klasifikasi tersebut mengacu pada kategori Badan Pusat Statistik (BPS), yakni buruh masuk dalam kelompok pegawai, karyawan, atau buruh yang bekerja di sektor swasta.
"Ini sudah kita kualifikasi ke BPS. Pekerja buruh masuk kategori pegawai atau karyawan atau buruh sebenarnya. Pekerja swastanya. Jadi itu yang paling dominan nantinya yang akan diikuti," ujar Heru.
Heru menambahkan, dominasi pekerja swasta dan buruh menjadi salah satu alasan pemilihan kawasan industri seperti Kabupaten Batang dalam pelaksanaan agenda sosialisasi program perumahan pemerintah.
"Makanya kenapa Batang, karena di situ ada kawasan industri. Dan nanti mungkin teman-teman buruh sebagai perwakilannya akan kita libatkan juga untuk hadir. Supaya bisa lebih paham lagi bahwa pemerintah hadir untuk memfasilitasi buruh," terangnya.
Selain itu, BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) masih membahas implementasi kebijakan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun yang sebelumnya diarahkan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan May Day 2026.
"Kita sekarang dengan Kementerian PKP juga mengupayakan untuk segera mengimplementasikan yang tenor 40 tahun sesuai arahan Pak Presiden di acara May Day 2026 kemarin. Ini lagi kita diskusikan terus dengan pemerintahan terkait, bagaimana skemanya dan sebagainya," ungkap Heru.
Berdasarkan data BP Tapera, Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi FLPP tertinggi sebanyak 25.669 unit atau 22,56% dari total nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 9.772 unit, Sulawesi Selatan 9.510 unit, Jawa Timur 7.744 unit, dan Banten 7.055 unit.
Dari sisi bank penyalur, BTN mencatat realisasi tertinggi dengan 52.187 unit senilai sekitar Rp 6,14 triliun. Selanjutnya Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan 26.335 unit dan Bank BRI sebanyak 13.801 unit.
Baca Juga
Prabowo Hadiri Akad Massal 62.000 KPR FLPP di Batang Jateng pada 30 Juli
Sementara berdasarkan asosiasi pengembang, Realestat Indonesia (REI) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi 46.655 unit atau 41,83% dari total penyaluran. Posisi berikutnya ditempati Apersi dengan 32.201 unit dan Himperra sebanyak 15.135 unit.
Adapun berdasarkan jenis hunian, penyaluran FLPP hampir seluruhnya masih berupa rumah tapak sebanyak 111.527 unit, sedangkan rumah susun (rusun) baru terealisasi 10 unit.
