Progres MRT Jakarta Fase 2A Capai 92%, Beroperasi Akhir 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat progres fisik pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A paket kontrak (CP) 201 yang mencakup Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas telah mencapai 92% per 22 Juli 2026. Perseroan menargetkan, rute Bundaran HI Bank Jakarta-Monas mulai beroperasi pada akhir 2027.
Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina menyatakan, saat ini pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap penyelesaian akhir berupa pemasangan sistem mekanikal, elektrikal, serta pekerjaan arsitektural.
Baca Juga
Bakal Rampung 2028, Proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas Sepenuhnya Didanai MRT Jakarta
"Kalau untuk CP201 ini kita sudah di angka 92 menuju ke 93%. Jadi sedikit lagi insyaallah tahun depan kita selesai dan akan siap untuk dioperasikan sampai dengan Stasiun Monas ini," kata Weni saat meninjau proyek Stasiun Monas bersama media di Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, pembangunan CP201 sempat menghadapi tantangan karena kondisi tanah relatif lunak di kawasan Monas. Meski demikian, kendala tersebut telah diatasi sehingga progres pembangunan tetap berjalan sesuai target.
"Memang kendala utama kami kalau dalam pembangunan di area ini adalah tanahnya cukup lunak. Tapi alhamdulillah sudah bisa diatasi, kita sudah mampu menyelesaikannya, baik Stasiun Thamrin maupun Stasiun Monas yang tadi sampai dengan 92%," terang Weni.
Weni mengungkapkan, proyek CP201 memiliki nilai kontrak sekitar Rp 4,1 triliun. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada harga material, ia memastikan anggaran proyek masih berada dalam pagu kontrak karena pekerjaan telah memasuki tahap akhir.
"Khusus untuk paket CP201 sendiri karena sudah dalam akhir penyelesaian proyek, insyaallah dari sisi pagu anggarannya masih tetap akan terjaga. Jadi nilainya masih dalam pagu anggaran yang ada di kontrak," imbuh Weni.
Adapun Stasiun Monas memiliki panjang area sekitar 220 meter dengan lebar di kisaran 22-24 meter. Sedangkan kedalaman stasiun mencapai 15-18 meter dari permukaan tanah.
MRT Jakarta sebelumnya telah menyelesaikan pembangunan terowongan jalur arah utara yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota. Penyelesaian tersebut ditandai dengan momen breakthrough saat mesin bor terowongan 1 mencapai titik akhir penggalian dan menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.
Dengan pencapaian tersebut, terowongan arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer (km) kini telah menghubungkan fase 1 dan fase 2A lintas utara-selatan MRT Jakarta.
Baca Juga
MRT Jakarta Tembus Mangga Besar, Terowongan Utara Fase 2A Rampung.
Pembangunan terowongan dilakukan menggunakan tiga mesin bor yang terbagi dalam paket kontrak CP201 untuk lintas Bundaran HI Bank Jakarta-Harmoni, CP202 Harmoni-Mangga Besar, dan CP203 Mangga Besar-Kota.
Pada titik breakthrough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar, terowongan berada pada kedalaman hingga 28 meter di bawah permukaan tanah. Kedalaman tersebut menjadikannya sebagai terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia bersama terowongan di Stasiun Sawah Besar.
