Progres MRT Jakarta Fase 2A Ditargetkan Capai 54% pada Akhir 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A trase Bundaran HI — Kota mencapai rata-rata 54% pada akhir 2025.
“Per November itu sudah sekitar di atas 50% untuk fase 2A, jadi insyaallah kita still ontrack. Target kita (akhir 2025) memang di angka sekitar 53–54% dan memang masih ontrack di angka tersebut,” kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina saat ditemui di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Untuk 2026, lanjut Weni, progres rata-rata pembangunan fase 2A diproyeksikan naik ke level 65%. Adapun pekerjaan konstruksi di koridor Bundaran HI–Kota diperkirakan menembus lebih dari 80% pada 2028. “Kalau tahun depan itu di angka sekitar 63–65%. Jadi, kalau 80%-nya di tahun 2028 ya,” terang dia.
Baca Juga
MRT Jakarta Harmoni – Mangga Besar Bakal Terkoneksi Mal Gajah Mada Plaza dan Grand Paragon
Pembangunan jalur MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI – Kota terus berjalan dengan progres signifikan pada paket konstruksi CP202 yang mencakup Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar. Per 25 November 2025, progres fisik jalur sedalam 28 meter dari permukaan tanah ini telah mencapai 60,2%.
Division Head of Project Management for Construction (PMC) 1 MRT Jakarta, Sony Desta menyampaikan, CP202 menjadi bagian penting dalam rangkaian pembangunan fase 2A yang melanjutkan jalur fase pertama.
“Kebetulan CP202 ini ada di tengah-tengah pengembangan jalur MRT kita setelah fase 1 kita selesaikan dan dioperasikan,” kata Sony di lokasi proyek CP202, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).
Sony memaparkan, Fase 2A Bundaran HI – Kota terdiri atas tiga paket pekerjaan. “CP201 dari Bundaran HI, Thamrin, kemudian Monas. Dan kemudian CP202 dari Harmoni, Sawah Besar yang kita berada sekarang kemudian Stasiun Mangga Besar. Dan, Glodok – Kota adalah CP203,” paparnya.
Lebih lanjut, Sony menuturkan, fase 2A juga mencakup pengerjaan railway system, rolling stock, hingga sistem automatic fare collection (AFC) untuk ticketing para pengguna layanan nantinya.
Baca Juga
MRT Jakarta Pastikan Stasiun dan Tunnel Sedalam 28 Meter Aman Banjir dan Gempa
Dalam pembangunannya, kata Sony, CP202 memiliki keunikan teknis karena pembatasan ruang konstruksi di area jalan. “Di sini sebenarnya ada keunikan gitu ya. Jadi ada dua stasiun (Sawah Besar dan Mangga Besar, red) yang sifatnya stackplatform atau bertingkat. Kenapa kita desain bertingkat? Karena spacearea kerja yang sempit,” jelasnya.
Desain bertingkat ini membuat Stasiun Sawah Besar menjadi stasiun terdalam yang dibangun pada proyek fase 2A di level B3 CP202.

