Isuzu Siap Genjot Produksi 500.000 Unit Kendaraan, Klaim Sudah Gelontorkan Investasi Rp 2 Triliun
Poin Penting
|
KARAWANG, Investortrust.id - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terus memperkuat investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi kendaraan niaga di Indonesia. Hingga kini, total investasi pabrik Isuzu Karawang Plant telah menembus lebih dari Rp 2 triliun.
Engineering and Production Director IAMI, Rodko Purba mengatakan, investasi dilakukan sejak pembangunan pabrik pada 2013 hingga mulai beroperasi pada 2015. Perusahaan juga terus menambah investasi setiap tahun untuk meningkatkan efisiensi dan otomasi produksi.
"Investasi awal sekitar Rp 2 triliun untuk tanah, bangunan, dan fasilitas produksi. Setelah itu kami terus berinvestasi setiap tahun, termasuk meningkatkan otomatisasi yang kini mencapai sekitar 27%," ujar Rodko di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, investasi difokuskan pada efisiensi, keselamatan kerja, dan target lingkungan. Langkah itu juga menjadi fondasi untuk mendukung peningkatan produksi di masa depan.
Baca Juga
Produksi Pabrik Isuzu di Karawang Capai 300 Ribu Unit Kendaraan, TKDN Tertinggi Capai 62%
Sebelumnya, Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mendorong Isuzu meningkatkan produksi hingga 500.000 unit dalam empat hingga lima tahun ke depan. Kemenperin bahkan siap membantu komunikasi dengan prinsipal Isuzu di Jepang agar lebih banyak model diproduksi di Indonesia.
"Saya siap membantu berkomunikasi dengan prinsipal di Jepang agar produksi di Indonesia terus bertambah. Target 500.000 unit harus bisa kita wujudkan," kata Tata.
Sekadar informasi, saat ini pabrik Isuzu Karawang memiliki kapasitas produksi 80.000 unit per tahun. Namun realisasi produksinya masih sekitar 35.000-40.000 unit sehingga utilisasi masih dapat ditingkatkan.
Rodko mengakui target 500.000 unit dari Kemenperin masih sangat bergantung pada kondisi pasar kendaraan niaga. Dengan produksi saat ini, target tersebut diperkirakan dapat dicapai dalam empat hingga lima tahun jika permintaan terus tumbuh.
"Dari total produksi 300.000 unit, sekitar 40% berasal dari Isuzu ELF dan 40% dari Isuzu Traga. Sisanya sekitar 20% berasal dari Isuzu GIGA dan model lainnya," jelas Rodko.
Kemenperin sebelumnya menilai bahwa peningkatan produksi Isuzu akan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur kendaraan niaga, sekaligus mendorong ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja nasional.
