Bisa Serap 80.000 Unit Truk, Isuzu: Kopdes Merah Putih Dorong Industri Otomotif Komersil
Poin Penting
|
BANTEN, investortrust.id - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyambut positif instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pengadaan unit truk untuk Koperasi Merah Putih. Program ini dinilai dapat membuka peluang besar bagi industri kendaraan komersial, termasuk bagi Isuzu sebagai pemain utama di segmen ini.
Vice President PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anton Rusli, menyebut program tersebut berpotensi menyerap lebih dari 80.000 unit kendaraan. Jumlah itu setara dengan peluang pertumbuhan penjualan yang signifikan di tengah tekanan pasar.
“Ini bentuk konkret dukungan pemerintah terhadap sektor koperasi sekaligus mendorong industri otomotif komersial,” kata Anton saat ditemui di Press Day GIIAS 2025, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025).
Anton menambahkan bahwa Isuzu siap mendukung pelaksanaan program tersebut begitu skema teknisnya dirilis.
Tantangan kendaraan komersial
Hingga pertengahan 2025, pasar kendaraan komersial tercatat mengalami penurunan sekitar 14% dibanding periode sama tahun lalu. Penjualan bulanan hanya berkisar 6.700 unit, turun dari 8.000 unit pada tahun sebelumnya.
Meski pasar terkoreksi, Isuzu tetap optimis menyambut semester kedua 2025. Anton memperkirakan total pasar otomotif tahun ini bisa mencapai 800.000 unit, meski belum setara dengan 1 juta unit tahun lalu.
Isuzu melihat sektor komersial masih memiliki daya tahan kuat terutama di daerah-daerah yang bergantung pada distribusi logistik dan niaga. Produk-produk andalan seperti truk ringan dan menengah tetap menjadi pilihan utama pelaku usaha.
Kehadiran program Koperasi Merah Putih dinilai akan menstimulus sektor UMKM dan koperasi sebagai pengguna langsung kendaraan niaga. Hal ini sejalan dengan misi Astra Isuzu yang ingin menjadi mitra usaha produktif di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan pengalaman dan jaringan layanan purna jual yang luas, Astra Isuzu cukup percaya diri untuk mendukung pengoperasian armada koperasi di seluruh pelosok negeri.
“Kami bukan sekadar menjual kendaraan, tapi membangun kemitraan jangka panjang,” pungkas Anton.

