Waspadai Geopolitik dan Pasokan Global, ESDM Perkirakan Harga Minyak di Kisaran Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada Juli 2026 berada di kisaran US$ 67 hingga US$ 71 per barel. Proyeksi tersebut akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global serta dinamika pasokan dan permintaan minyak dunia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah terus memantau berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan harga minyak internasional, mengingat kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian.
"Untuk Juli 2026, pemerintah memproyeksikan ICP berada pada kisaran US$ 67 hingga US$ 71 per barel. Realisasi harga akan bergantung pada perkembangan pasar dan situasi geopolitik global," kata Laode dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga
Ketegangan Timur Tengah Mereda, ICP Juni Turun ke US$83,45 per Barel
Menurut Laode, salah satu risiko utama yang masih harus diwaspadai adalah potensi eskalasi konflik di kawasan penghasil minyak dunia yang dapat mengganggu produksi dan rantai pasok minyak global. Sebaliknya, peningkatan pasokan minyak dari Timur Tengah setelah kembali dibukanya jalur pelayaran Selat Hormuz berpotensi memberikan tekanan terhadap harga minyak.
Dia menegaskan, pemerintah akan terus memantau secara berkala perkembangan pasar minyak internasional guna menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kami memastikan formula ICP tetap transparan, mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas," ujar Laode.
Laode Sulaeman mengungkapkan, pemerintah akan menjadikan perkembangan pasokan, permintaan, dan kondisi geopolitik sebagai indikator utama dalam menentukan arah pergerakan ICP pada periode berikutnya. Perubahan pada salah satu faktor tersebut akan memengaruhi harga minyak mentah Indonesia sepanjang Juli 2026.
Baca Juga
RAPBN 2027: ESDM Usulkan ICP hingga US$ 95 per Barel, Subsidi Listrik Rp 122,8 Triliun
Rata-rata ICP pada Juni 2026 sebesar US$ 83,45 per barel, turun signifikan dibandingkan Mei 2026 yang mencapai US$ 106,56 per barel. Penurunan tersebut dipicu meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang memperlancar distribusi pasokan minyak global.
Selain faktor geopolitik, pelemahan harga minyak pada Juni dipengaruhi meningkatnya pasokan dunia. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak global sebanyak 1,1 juta barel per hari, sementara negara-negara anggota OPEC+ kembali meningkatkan produksi, termasuk rencana Rusia menambah pasokan minyak untuk memenuhi target produksinya pada 2026.
