Rusun CSR Astra (ASII) di Kiaracondong Bandung Telan Biaya Rp 247 Miliar, Intip Fasilitas hingga Harganya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) di kawasan Kiaracondong, Bandung. Proyek yang dikembangkan di atas lahan milik KAI tersebut diperkirakan menelan investasi awal sekitar Rp 247 miliar.
Berdasarkan dokumen Initial Calculation – 11th Development Hunian Vertikal Kawasan Kiaracondong, proyek dirancang berdiri di atas lahan seluas sekitar 9.624 meter persegi dan akan dikembangkan sebagai kawasan berbasis transit oriented development (TOD).
Rusun akan terdiri atas dua tower, yakni satu tower untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan satu tower untuk segmen non-MBR (MBM). Total hunian yang disiapkan pada tahap pertama mencapai 510 unit, terdiri dari 250 unit untuk MBR dan 260 unit untuk masyarakat berpenghasilan menengah (MBM).
Bangunan dirancang memiliki 11 lantai, meliputi 10 lantai hunian dan satu lantai podium komersial. Keseluruhan proses mulai dari administrasi, perizinan hingga konstruksi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 37 bulan.
Untuk unit MBR, harga jual dipatok mulai Rp 300 juta untuk tipe 24 dan Rp 450 juta untuk tipe 36. Sementara unit MBM dibanderol mulai Rp 360 juta untuk tipe 24 dan Rp 540 juta untuk tipe 36.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan, pemerintah bersama PT KAI dan Astra tengah menyiapkan pembangunan sekitar 1.000 unit rumah susun di atas lahan milik KAI di Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
"Di Kota Bandung kita akan membangun sekitar 1.000 unit rumah susun di atas lahan milik PT KAI dengan dukungan PT Astra. Tadi spesifikasinya sudah dijelaskan, 36 meter persegi, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan ada area servis," kata Ara, sapaan akrabnya Maruarar, dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (16/7/2026).
Maruarar menyampaikan, saat ini pemerintah tengah mendorong pemanfaatan aset negara melalui berbagai skema pembiayaan, mulai APBN, Danantara, hingga kerja sama dengan sektor swasta.
Baca Juga
Menteri Ara Survei Lahan KAI Kiaracondong 8 Juli, Astra Diajak Bangun 1.000 Rusun Subsidi
"Saya sudah laporkan kepada Presiden bagaimana tanah-tanah negara itu bisa di-treatment dengan empat cara. Satu, dibiayai dan dibangun oleh negara dalam hal ini oleh APBN, kedua Danantara, ketiga itu bisa dengan swasta ya bisa dengan cara hibah atau bentuk lainnya yang legal," terangnya.
Ia menambahkan, pembangunan fisik akan dimulai setelah seluruh aspek administrasi dan perizinan diselesaikan. "Pembangunannya sesudah kita konsultasi dengan BPK dan BPKP dan tentu sambil jalan izinnya diurus," tegas Ara.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 9.624 meter persegi yang terdiri atas dua hamparan seluas 7.124 meter persegi dan 2.500 meter persegi. "Nanti kita bicara teknis dengan Astra. Konsepnya itu adalah konsep 36, tipe 36," papar Bobby.
Ia memastikan target pembangunan rumah susun di Kota Bandung tetap sebanyak 1.000 unit. "Nanti lagi kita hitung ya. Pokoknya program untuk Bandung ini seperti yang disampaikan Pak Menteri tadi adalah 1.000," tandas Bobby.
Baca Juga
Menteri Nusron Siapkan Lahan Eks HGB Senilai Rp 21,5 Triliun untuk Rusun MBR
Pada kesempatan tersebut, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto menyatakan Astra siap mendukung pembangunan rusun tersebut. "Hunian dirancang dengan konsep unit seluas sekitar 36 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, dapur, dan area servis," kata Boy Kelana.
Menteri PKP sebelumnya menggandeng PT Astra International Tbk (ASII) untuk membangun 2.000 unit rumah susun (rusun) di atas lahan milik negara dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta Kiaracondong, Bandung. Maruarar menyebut proyek tersebut akan memanfaatkan skema pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Astra, sementara lahan yang digunakan merupakan aset negara dan aset PT KAI.

