Menteri Ara Survei Lahan KAI Kiaracondong 8 Juli, Astra Diajak Bangun 1.000 Rusun Subsidi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyatakan akan meninjau langsung lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di Kiaracondong, Bandung pada Rabu (8/7/2026). Peninjauan dilakukan sebagai persiapan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di lokasi tersebut.
Soal jadwal peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek rusun subsidi di Kiaracondong, Maruarar mengatakan dirinya akan lebih dahulu melakukan survei ke lokasi.
Baca Juga
Tenor KPR Subsidi Diperpanjang Jadi 40 Tahun, Bunga Kredit Rusun Dipatok 6%
"Hari Rabu (8/7/2026) dong, datang ya, kita datang ke sana survei langsung ke sana," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, saat ditemui investortrust.id di Gedung OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
Kementerian PKP menggandeng PT Astra International Tbk (ASII) untuk membangun 2.000 unit rumah susun (rusun) di atas lahan milik negara dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta Kiaracondong, Bandung.
Maruarar menyebut proyek tersebut akan memanfaatkan skema pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (coporate social responsibility/CSR) Astra, sementara lahan yang digunakan merupakan aset negara dan aset PT KAI.
Menurut dia, pemerintah juga telah memastikan status lahan di Tanah Abang sebagai aset milik negara. "Kemudian tanah yang kita juga sudah lihat di Tanah Abang itu sudah kita pastikan itu adalah aset milik negara. Kita juga akan persiapkan untuk desain dan sebagainya untuk segera kita bisa bangun," ujar Ara menambahkan.
Baca Juga
Perumnas Siap-Siap 'Groundbreaking' Rusun Subsidi Alonia Kemayoran Agustus 2026
Maruarar menargetkan pembangunan 1.000 unit rusun di Tanah Abang dan 1.000 unit rusun di Kiaracondong dapat mulai berjalan pada 2026.
"Tahun ini kita mulai bangun, sehingga mudah-mudahan dari kreatif finansial, tanah punya negara dan CSR dari Astra. Mudah-mudahan 1.000 unit di Tanah Abang dan 1.000 unit di Bandung, di Kiaracondong kita bisa mulai bangun tahun ini," tuturnya.
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan aset negara dan lahan milik BUMN untuk mendukung penyediaan rumah layak huni (RLH) di kawasan perkotaan melalui skema pembiayaan alternatif di luar anggaran pemerintah.

