Amman (AMMN) Bidik Lonjakan Produksi Smelter, Katoda Tembaga Tembus 162 Ribu Ton pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Amman Mineral Nusa Tenggara, anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menargetkan peningkatan signifikan produksi hasil pemurnian mineral mulai 2026 seiring membaiknya operasi smelter dan peningkatan produksi tambang. Perseroan memproyeksikan produksi katoda tembaga mencapai sekitar 162 ribu ton pada 2026, disertai kenaikan produksi emas, perak, selenium, telurium, hingga asam sulfat.
Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau mengatakan, peningkatan produksi tersebut didukung perubahan pola penambangan yang mulai menghasilkan lebih banyak bijih (ore), setelah sebelumnya perusahaan fokus pada kegiatan pengupasan lapisan penutup (stripping) di fase 8 tambang Batu Hijau.
Baca Juga
Smelter Amman (AMMN) Siap Capai Kapasitas 900 Ribu Ton Per Tahun
"Terkait rencana produksi ke depan, produksi kami memang turun pada 2025. Kemudian pada 2026 direncanakan meningkat dan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya," ujar Rachmat dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut dia, penurunan produksi pada 2025 merupakan konsekuensi dari proses pengupasan batuan penutup yang lebih dominan dibandingkan pengambilan bijih. Kondisi tersebut bersifat sementara dan akan berubah mulai tahun depan ketika volume ore yang ditambang meningkat. "Proses ini terjadi karena pengupasan pada fase 8, sehingga dalam proses penambangan kami lebih banyak mengambil batu buangan dibandingkan ore," kata dia.
Rachmat menjelaskan, hingga kuartal II-2026 smelter Amman telah memproduksi sekitar 48.756 ton katoda tembaga, 3,799 ton emas, 14,698 ton perak, 24 ton selenium, serta 189.805 ton asam sulfat. Produksi tersebut diperkirakan terus meningkat hingga akhir tahun.
"Rencana produksi sampai akhir 2026 sekitar 162 ribu ton katoda tembaga, sekitar 16 ton emas, 45 ton perak, selenium sekitar 91 ton. Kami juga akan mulai memproduksi telurium sekitar 1,96 ton, sementara produksi asam sulfat diperkirakan mencapai sekitar 572 ribu ton pada 2026," ucap Rachmat.
Berdasarkan proyeksi perusahaan, produksi hasil pemurnian akan terus meningkat pada 2027. Produksi katoda tembaga diperkirakan mencapai lebih dari 310 ribu ton, emas sekitar 28,7 ton, perak lebih dari 82 ton, selenium sekitar 172 ton, telurium 3,5 ton, dan asam sulfat menembus 1 juta ton per tahun.
Baca Juga
Era Baru Amman (AMMN) Dimulai, Bagaimana dengan Target Harga Sahamnya?
Rachmat menegaskan, peningkatan produksi tersebut sejalan dengan semakin besarnya volume bijih yang diolah setelah tahapan pengupasan batuan penutup selesai. "Kalau dilihat dalam perkembangan tiga tahun ke depan memang terdapat peningkatan produksi. Ini dikarenakan mulai tahun depan kami akan lebih banyak memproses dan mengambil ore pada proses penambangan," bebernya.
Di sisi pemasaran, Amman memastikan kebutuhan industri dalam negeri tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh produk hasil pemurnian yang dihasilkan smelter, termasuk katoda tembaga, emas, dan produk turunannya.
"Keseluruhan produk, prioritas utama adalah penjualan ke domestik, pasti saat ini hampir semua maksimal juga ke domestik. Namun, kita lihat dalam perkembangan pada saat semua produksi sudah maksimal, kemungkinan kita akan perlu ekspor, terutama katoda tembaga,” ungkap Rachmat.
