Smelter Amman (AMMN) Siap Capai Kapasitas 900 Ribu Ton Per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) optimistis smelter tembaga milik mereka di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), mampu mencapai kapasitas desain sebesar 900 ribu ton konsentrat per tahun setelah proses perbaikan dan ramp-up operasi menunjukkan hasil positif.
Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Rachmat Makkasau mengatakan, meski sempat menghadapi berbagai kendala teknis selama tahap commissioning, saat ini smelter telah beroperasi dengan baik dan mampu menyerap seluruh produksi konsentrat dari tambang Batu Hijau.
"Saat ini saya bisa laporkan bahwa sekitar bulan April 2026, operasi sudah mulai berjalan dan ramp-up berjalan dengan baik. Sehingga sekitar Juni 2026 kami sudah bisa memproses seluruh produksi yang dihasilkan oleh tambang saat ini," ujar Rachmat dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga
Jajaran Direksi Amman (AMMN) Borong Saham, Sinyal Optimistis Prospek Bisnis Menguat
Menurut dia, kapasitas desain smelter memang mencapai 900 ribu ton konsentrat per tahun. Namun, kapasitas tersebut belum dapat dibuktikan secara penuh karena produksi tambang pada tahun ini belum mencapai angka tersebut.
”Memang belum bisa terbukti karena produksi kami belum mencapai 900 ribu ton dalam rentang satu tahun. Namun, dalam beberapa minggu operasi, kapasitas maksimum atau mendekati maksimum sudah bisa dicapai," katanya.
Rachmat menegaskan, hasil tersebut membuat perusahaan semakin percaya diri bahwa fasilitas pengolahan yang menggunakan teknologi double flash smelting mampu mengolah seluruh konsentrat yang dihasilkan tambang ketika produksi kembali meningkat. "Sehingga kami confident bahwa operasi penambangan, konsentrat yang dihasilkan oleh operasi penambangan pada tahun ini, semuanya bisa diserap," ujarnya.
Lebih lanjut, Rachmat pun menjelaskan, smelter Amman dirancang mengolah sekitar 900 ribu ton konsentrat setiap tahun yang berasal dari tambang Batu Hijau. Dari proses tersebut dihasilkan sekitar 220 ribu ton katoda tembaga, 18 ton emas, 77 ton selenium, serta produk samping berupa sekitar 830 ribu ton asam sulfat per tahun.
Baca Juga
Amman (AMMN) Siap Masuk Era Pertumbuhan Baru, Potensi Cuan Sahamnya Bisa 90%
Rachmat mengakui perjalanan menuju operasi penuh tidak berjalan mulus. Selama proses commissioning yang dimulai pada Juni 2024, perusahaan menghadapi sejumlah gangguan teknis, mulai kebocoran pada acid plant hingga kebakaran ringan di area flash smelting furnace yang menghambat proses produksi.
Kendati demikian, seluruh pekerjaan perbaikan utama kini telah selesai sehingga operasi kembali berjalan normal. Namun, perusahaan masih menjadwalkan penghentian operasi sementara pada akhir tahun untuk mengganti sejumlah peralatan yang belum sempat diperbaiki selama proses ramp-up.
"Diperkirakan nanti kita akan melakukan shutdown lagi sekitar bulan Desember atau Januari untuk melakukan penggantian beberapa peralatan yang tidak bisa kami ganti dalam empat bulan pertama. Jadi saat ini operasi sudah berjalan penuh dan menampung seluruh produksi dari tambang," kata Rachmat.
