PMI Manufaktur RI Kontraksi, Industri Mesin dan Logam Minta Pemerintah Percepat Belanja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gabungan Industri Mesin dan Logam Indonesia (Gamma) menilai penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juni 2026 perlu disikapi melalui kebijakan yang mampu mengembalikan kepercayaan dunia usaha, meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, serta menjaga keberlangsungan lapangan kerja.
Gamma mengungkapkan, pelemahan sektor manufaktur harus menjadi perhatian bersama. Oleh sebab itu, Gamma mengusulkan agar pemerintah menjadikan momentum ini sebagai langkah percepatan pembangunan nasional dengan mengakselerasi pelaksanaan proyek-proyek yang memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap industri dalam negeri.
Khususnya, proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Proyek Strategis Nasional (PSN), program-program di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta investasi yang dikelola oleh Danantara, agar semakin mengutamakan pemanfaatan produk, jasa, dan kemampuan manufaktur nasional.
"Saatnya pembangunan nasional menjadi motor penggerak kebangkitan industri manufaktur Indonesia. Setiap rupiah APBN, setiap proyek strategis nasional, setiap program BUMN, dan setiap investasi yang dikelola Danantara harus mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat industri dalam negeri, serta membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia," ucap Ketua Umum Gamma Dadang Asikin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga
PMI Manufaktur Anjlok ke 46,9, Kemenperin Singgung soal Pasokan Gas Industri
Percepatan realisasi proyek tersebut diyakini akan meningkatkan permintaan terhadap produk baja, permesinan, peralatan industri, fabrikasi logam, pressure vessel, boiler, struktur baja, serta berbagai komponen manufaktur yang diproduksi oleh industri nasional.
Dampaknya tidak hanya meningkatkan utilisasi kapasitas industri, tetapi juga menjaga penyerapan tenaga kerja, memperkuat rantai pasok domestik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, Gamma juga mendorong pemerintah untuk memperkuat implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan keberpihakan terhadap produk dalam negeri pada seluruh proyek pemerintah, BUMN, dan Danantara.
Kemudian, mempercepat realisasi belanja modal pemerintah sehingga memberikan stimulus nyata bagi sektor manufaktur, menjaga iklim usaha yang sehat melalui pengawasan terhadap praktik impor yang tidak adil serta pemberantasan produk impor yang tidak memenuhi ketentuan, dan memberikan insentif bagi industri yang melakukan investasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan pengembangan sumber daya manusia.
"Dengan keberpihakan yang nyata terhadap industri nasional, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi bangsa," imbuh Dadang.

