Pelni Siapkan 3 Kapal Baru Rp 4,5 Triliun, Rampung Bertahap hingga 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, Budy Setyawan Wijaya mengungkapkan perkembangan pengadaan tiga kapal penumpang baru yang dibiayai melalui penyertaan modal negara (PMN) dan dana internal perusahaan.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (24/6/2026), Budy menyatakan, proyek pengadaan tersebut menelan investasi sebesar Rp 4,5 triliun, yang terdiri dari PMN sebesar Rp 4 triliun dan dana internal perusahaan sebesar Rp 500 miliar.
Menurut Budy, pengadaan kapal baru diperlukan untuk menggantikan armada Pelni yang usianya semakin tua. Saat ini, banyak kapal perusahaannya yang telah beroperasi lebih dari 40 tahun.
Baca Juga
“Karena memang kapal-kapal kami banyak yang sudah ada di atas 40 tahun, Pak. Meskipun secara kelayakan teknis masih jalan, tapi mengingat umur pasti akan ada kendala-kendala operasional, sehingga ini menjadi tidak efisien. Nah, ini kita targetkan di tahun ini akan ada pengadaan kapal penumpang baru,” kata Budy dikutip melalui siaran TV Parlemen, Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan paparan Dirut Pelni, proses pengadaan tiga kapal penumpang baru tersebut telah dimulai dan saat ini berada pada tahap pembahasan kontrak serta desain kapal.
Untuk kapal pertama, pembangunan fisik dijadwalkan berlangsung mulai Juni 2027 hingga Oktober 2028. Kapal tersebut ditargetkan diluncurkan pada Oktober 2028 sebelum memasuki tahap penyelesaian akhir hingga Juli 2029 dan diserahkan kepada Pelni pada bulan yang sama.
Sementara itu, pembangunan kapal kedua dijadwalkan dimulai pada November 2027 dan selesai pada Maret 2029. Adapun pembangunan kapal ketiga akan berlangsung mulai April 2028 hingga Agustus 2029.
Baca Juga
“Ini adalah timeline program pengadaan tiga kapal kami. Memang pengadaan kapal ini ketika kita membuat kapal baru, ini butuh waktu yang cukup lama, hampir tiga tahun, tapi ini kita sudah mulai, Pak. Kita harapkan nanti di 2029 itu bisa finish, terakhir ini yang 2030,” ujar Budy.
Selain tiga kapal yang dibiayai melalui PMN, Pelni juga berencana menambah armada secara mandiri menggunakan dana internal perusahaan. Saat ini, perseroan tengah melakukan kajian terhadap wilayah dan rute yang membutuhkan tambahan kapasitas layanan.
“Nah, ini menjadi hal yang sangat penting sekarang, kita lagi me-review, kita harapkan ini segera keluar, sehingga penumpang-penumpang yang selama ini tidak terlayani bisa segera terlayani oleh Pelni,” tutur Budy.
