Menkop Beberkan Alasan Manajer Koperasi Merah Putih Wajib Ikut Diklat Semimiliter
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono membeberkan alasan para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) fisik, kepemimpinan, dan bela negara yang terafiliasi dengan Komponen Cadangan (Komcad).
Menurut Menkop, pengelola KDMP memiliki korelasi kuat dengan tugas manajerial di tingkat desa. Diklat semimiliter ini sengaja disiapkan agar para manajer baru memiliki modal dasar kepemimpinan yang tangguh di lapangan.
Saat dikonfirmasi mengenai urgensi penggemblengan fisik bagi para calon pengelola KDMP, Ferry menyebut aspek bela negara bukanlah sesuatu yang patut diperdebatkan secara negatif.
Baca Juga
Gaikindo: Industri Lokal Siap Suplai Mobil Pikap Koperasi Merah Putih, asal...
"Ada dong (korelasinya). Sebenarnya pengetahuan tentang kepemimpinan, fisik, itu kan perlu. Di mana-mana juga harusnya begitu. Nggak apa-apa," ujar Ferry usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ferry Juliantono menjelaskan, pembekalan karakter ini menjadi benteng krusial agar para manajer muda memiliki daya tahan tinggi, integritas, serta jiwa kepemimpinan yang kuat saat mengelola aset ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air.
Dia mengungkapkan, kewajiban mengikuti pelatihan Komcad merupakan rangkaian dari program rekrutmen masif Kementerian Koperasi dalam mencetak puluhan ribu manajer koperasi desa dari kalangan anak muda dan lulusan baru (fresh graduate).
Langkah berani ini sempat menuai sorotan dan pandangan pesimis dari sejumlah kalangan parlemen di Komisi VI DPR RI, yang meragukan kompetensi para tenaga muda tersebut dan menyebut target kementerian sebagai program yang tidak masuk akal (nonsense).
Baca Juga
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105.000 Mobil untuk Koperasi Merah Putih
Menanggapi keraguan itu, Ferry pasang badan dan mengaku tetap optimistis dengan potensi generasi muda. "Kita harus punya niat untuk membangun SDM kita. Meskipun mereka fresh graduate, kami yakin setelah mendapatkan pelatihan dan pendidikan mereka pasti bisa. Anak-anak muda sekarang hebat-hebat," tegas dia.
Ferry Juliantono mengakui waktu pelatihan yang tersedia cukup terbatas dan proses rekrutmen dituntut berjalan kilat. Namun, ia menegaskan, pihaknya hanya menjalankan mandat langsung dari Kepala Negara untuk melakukan reformasi SDM di tingkat akar rumput.
"Jadi, kalau tadi ada pandangan yang pesimis, ya tidak apa-apa. Namun kami di Kementerian Koperasi mendapatkan amanat dari Bapak Presiden untuk merekrut, melatih, dan menempatkan manajer-manajer koperasi desa di Koperasi Desa Merah Putih yang ada di Indonesia," tandas Ferry.
