Menkop Buka Pelatihan Tahap Kedua Manajer Kopdes Merah Putih
Poin Penting
|
CIMAHI, investortrust.id – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi membuka pelatihan dan sertifikasi bagi hampir 30.000 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes. Pembukaan pelatihan secara nasional tersebut dipusatkan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, pada Kamis (17/7/2026).
Menurut Ferry, pelatihan intensif ini merupakan tahap kedua dari rangkaian program, setelah sebelumnya para peserta mengikuti pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang difasilitasi oleh Kementerian Pertahanan.
"Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry.
Ferry menegaskan proyek Kopdes Merah Putih merupakan program prioritas yang harus dijaga keberlanjutan dan keberhasilannya. Di hadapan para peserta yang tergabung dalam Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Ferry menyebut langkah ini sebagai tugas sejarah.
"Apa yang kami rintis hari ini harus diteruskan. Dalam perjalanannya tentu akan ada tantangan dan hambatan, tetapi tujuan besar perjuangan ini harus mampu melampaui semua tantangan tersebut," tutur Ferry.
Untuk memastikan profesionalisme pengelola, pemerintah menerapkan tiga tahapan krusial bagi calon manajer KDKMP. Setelah fase penguatan kompetensi manajerial ini selesai, para peserta akan diwajibkan mengikuti tahap ketiga, yaitu uji sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selain pembekalan aspek disiplin, tata kelola, dan manajemen keuangan, Kemenkop juga memperkuat kemampuan soft skills peserta. Aspek komunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi menjadi materi wajib agar manajer mampu berinteraksi baik dengan pengurus, pengawas, maupun masyarakat desa.
Hal ini menjadi krusial mengingat KDKMP diproyeksikan memegang peran strategis di daerah, mulai dari pengelola distribusi barang bersubsidi, penyedia layanan keuangan mikro, hingga menjadi agregator produk UMKM lokal.
"Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang dipelajari selama pelatihan ini," tambah Ferry.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, memaparkan program ini diikuti oleh 29.830 peserta yang tersebar di 15 komando latihan, 60 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia. Khusus di Pusdik Armed Cimahi sendiri, ada sebanyak 1.023 peserta yang mengikuti pelatihan.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 17 hingga 31 Juli 2026. Para calon manajer akan melahap total 90 jam pelajaran.
"Materi mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, *soft skill*, hingga penguatan kepemimpinan. Selain itu, kami juga memanfaatkan Talent DNA untuk memperkuat integritas dan kesiapan kerja mereka," jelas Destry.
