Bauran EBT di Indonesia Tembus 18,3% pada Triwulan I-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat capaian bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional pada triwulan I-2026 mencapai 18,3%. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan akhir tahun lalu yang masih berada di angka 15,75%.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan capaian tersebut didorong oleh peningkatan investasi serta bertambahnya kapasitas pembangkit EBT yang mulai beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga
Investasi EBT Rp 892 Triliun, Indonesia Bidik 62 GW untuk NZE 2060
“Capaian triwulan ini sampai April menandakan adanya banyak investasi dan capaian energi baru terbarukan di dalam energy mix nasional,” ujar Eniya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Eniya menjelaskan bauran EBT nasional terdiri atas sektor listrik dan nonlistrik. Dari total bauran 18,3%, kontribusi sektor listrik mencapai 9,75%, sedangkan sektor nonlistrik menyumbang 8,55%.
“Pada sektor nonlistrik, sektor biomasa (2,91%) dan fatty acid methyl esters atau FAME (5,38%) menjadi pengampu yang cukup tinggi untuk menaikkan bauran energi baru terbarukan secara nasional atau secara menyeluruh,” ungkapnya.
Sementara itu, pada sektor ketenagalistrikan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 3,59%, diikuti pembangkit listrik tenaga bioenergi (PLTBio) sebesar 3,27%, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) 1,91%, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 0,51%, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) 0,06%, dan sumber EBT lainnya sebesar 0,41%.
Eniya mengungkapkan, khusus untuk sektor penyediaan tenaga listrik, bauran EBT telah mencapai 17,89%, melampaui target dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 16,4%.
Dari sisi pelaku usaha, bauran EBT yang dicapai PLN tercatat sebesar 15,15%. Sementara itu, kelompok izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri (IUPTLS) mencatatkan bauran yang lebih tinggi, yakni 28,31%, sedangkan wilayah usaha non-PLN lainnya mencapai 6,06%.
Selain peningkatan bauran energi, pemerintah juga terus memperkuat kapasitas pembangkit EBT nasional. Hingga April 2026, kapasitas terpasang pembangkit EBT telah mencapai 98% dari target yang ditetapkan tahun ini. “Kami masih memiliki target kapasitas terpasang EBT sebesar 16,63 gigawatt sampai dengan Desember 2026,” kata Eniya.
Baca Juga
Norman Ginting Resmi Jadi Plt Ketua METI untuk Dorong EBT Nasional
Adapun penambahan kapasitas terbesar sepanjang tahun ini berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 89,5 megawatt (MW). Selain itu, pembangkit berbasis biomassa bertambah 13 MW dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro meningkat 2,9 MW.
Pemerintah optimistis tren peningkatan investasi dan pembangunan proyek energi bersih akan terus mendorong kenaikan bauran EBT nasional, sekaligus memperkuat upaya transisi energi menuju target net zero emission yang telah ditetapkan Indonesia.

