Kemenpar Genjot Investasi Pariwisata Rp 63,5 Triliun pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan investasi sektor pariwisata nasional mencapai Rp 63,5 triliun pada 2026. Pemerintah juga mulai mendorong pemerataan investasi agar tidak lagi terpusat di Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Forum tersebut membahas strategi transformasi ekosistem pariwisata nasional menuju target pembangunan 2026.
Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan, investasi akan difokuskan ke tiga destinasi regeneratif dan 10 destinasi prioritas nasional. Namun, distribusi investasi saat ini dinilai masih timpang.
“Dari target 65 persen yang harus terpenuhi di 13 destinasi itu, 70 persen ada di destinasi regeneratif. Berarti sebenarnya DPP lainnya masih sangat kecil,” kata Rizki dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
Kemenpar juga mendorong pemerintah daerah memperkuat kesiapan proyek investasi, mulai dari infrastruktur, konektivitas, hingga kepastian regulasi. Langkah tersebut dinilai penting agar proyek wisata di daerah lebih menarik bagi investor.
Baca Juga
“Menteri Pariwisata telah meminta kami membuat satu forum di mana nantinya daerah-daerah yang memiliki proyek untuk bisa dipertemukan dengan calon investor,” ujarnya.
Selain investasi, Kemenpar juga menyoroti perubahan tren wisata global yang mulai mengarah pada wisata alam, eco-tourism, kuliner, budaya, wellness, dan bleisure. Pemerintah meminta daerah mulai menyesuaikan pengembangan produk wisata dengan tren pasar tersebut.
Rakornas Pariwisata 2026 turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan asosiasi untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional secara berkelanjutan.

