Kemenpar Siapkan Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah ke Pariwisata RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah terutama memantau potensi gangguan pada arus wisatawan mancanegara dan konektivitas penerbangan internasional.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global. Salah satu fokus utama adalah penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah yang terdampak konflik.
“Kita pantau terus. GM Bandara Bali menyampaikan bahwa terkait penerbangan ke Timur Tengah, dari lima maskapai yang beroperasi saat ini memang belum dapat terbang,” ujar Ni Luh Puspa dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).
Meski demikian, dampaknya terhadap operasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinilai relatif kecil. Penurunan jumlah penerbangan tercatat hanya sekitar 0,5%.
Menurut Ni Luh Puspa, sebagian wisatawan melakukan penyesuaian rute penerbangan melalui hub alternatif di Asia. Sejumlah simpul penerbangan seperti Malaysia dan Singapura menjadi jalur transit utama menuju Indonesia.
Baca Juga
Kemenpar Pastikan Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Data konektivitas menunjukkan penerbangan dari Malaysia menyumbang sekitar 28%, diikuti Singapura sebesar 18%. Sementara itu, konektivitas dari kawasan Timur Tengah berada di kisaran 11%.
“Artinya, konektivitas kita masih didominasi oleh Malaysia dan Singapura,” kata Ni Luh Puspa.
Kemenpar juga mencatat lima negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia berasal dari kawasan Asia Pasifik. Negara tersebut antara lain Malaysia, Australia, Singapura, China, dan Timor Leste.
Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah akan memperkuat strategi promosi pariwisata di kawasan Asia Pasifik. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kinerja sektor pariwisata nasional di tengah dinamika global.
Baca Juga
Kinerja Pariwisata 2025 Mampu Sumbang Rp1.143 Triliun ke Ekonomi Nasional
“Arahan dari Ibu Menteri Pariwisata, kita akan memperkuat pasar Asia dan Pasifik. Dengan strategi ini diharapkan dampak dari situasi di Timur Tengah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pariwisata Indonesia,” pungkasnya.

