Respons Badan Ekspor Baru, API-IMA Ingatkan Pentingnya Kepastian Kontrak Tambang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Indonesian Mining Association (API-IMA) merespons rencana pemerintah membentuk badan khusus negara untuk mengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA), termasuk sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Asosiasi menilai langkah tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak mengganggu keberlanjutan bisnis dan daya saing industri tambang nasional.
Direktur Eksekutif API-IMA Sari Esayanti mengatakan, pada prinsipnya industri pertambangan mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor minerba serta mengoptimalkan penerimaan negara dari sumber daya alam.
Kendati demikian, implementasi kebijakan tersebut dinilai harus tetap mempertimbangkan kepastian usaha dan keberlangsungan kontrak bisnis jangka panjang yang telah disepakati pelaku industri.
“IMA mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pertambangan. Namun, dalam implementasinya perlu tetap memperhatikan kepastian usaha, keberlangsungan kontrak jangka panjang, serta iklim investasi yang kompetitif agar industri pertambangan Indonesia tetap dipercaya dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Sari, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga
Rosan Sebut Kewajiban Pelaporan Ekspor SDA Buat Cegah Salah Lapor
Menurut dia, banyak perusahaan tambang telah memiliki kontrak penjualan jangka panjang (long-term sales agreement) yang disusun berdasarkan perhitungan keekonomian investasi dalam horison waktu panjang. Karena itu, perubahan tata kelola ekspor perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi investor maupun pasar global.
IMA menilai penguatan pengawasan ekspor komoditas tambang memang penting untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat. Meski demikian, kebijakan yang diterapkan juga harus tetap menarik bagi industri agar aktivitas investasi dan hilirisasi tetap berjalan.
Sari menerangkan, banyak industri tambang yang sejak awal investasi sudah memiliki kontrak jangka panjang dan sudah dikaji keekonomiannya dalam rentang waktu yang panjang.
Lebih lanjut, IMA menegaskan bahwa stabilitas kebijakan dan kepastian hukum menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan investor di tengah meningkatnya kebutuhan investasi untuk pengembangan hilirisasi dan transisi energi nasional.

