Emas Antam (ANTM) Menguat Rp 25.000 Saat Dolar AS Melemah, Ini Pemicunya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (19/5/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,789 juta atau naik Rp 25.000 dari Senin (18/5/2026) Rp 2,764 juta per gram di tengah pelemahan dolar AS.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,594 juta atau naik Rp 25.000 dari sebelumnya Rp 2,569 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang naik tipis pada perdagangan Senin (18/5/2026). Harga emas naik 0,2% menjadi US$ 4.548,14 per ons pada pukul 13.41 ET atau 17.41 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup turun 0,1% ke level US$ 4.558 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Tertahan, Pasar Tunggu Arah The Fed
Penguatan logam mulia terjadi setelah dolar AS melemah 0,3% terhadap sekeranjang mata uang utama. Pelemahan ini membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor pemegang mata uang lainnya.
Sementara imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Februari 2025. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Tidak seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya, emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga cenderung kalah menarik ketika suku bunga dan yield meningkat.
Di sisi lain, harga minyak mentah turut melonjak sekitar 2% dan mencapai level tertinggi dalam dua pekan. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Harga sempat bergerak turun pada awal sesi setelah laporan media Iran mengindikasikan kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun, Ternyata Pemicunya Bukan Hanya Dolar
Namun, sentimen tersebut tidak cukup kuat meredam kekhawatiran pasar terhadap dampak geopolitik yang lebih luas. Sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada Jumat (28/2/2026), harga minyak mentah Brent telah melonjak sekitar 55%.
Dalam periode yang sama, harga emas spot justru turun sekitar 13,8%, mencerminkan perubahan preferensi investor yang kini lebih fokus pada prospek suku bunga tinggi ketimbang fungsi tradisional emas sebagai aset safe haven.
Di tengah dinamika itu, sejumlah bank investasi mulai menurunkan proyeksi harga emas jangka pendek mereka. Salah satunya adalah JP Morgan yang memangkas perkiraan harga emas rata-rata untuk 2026 menjadi US$ 5.243 per ons dari sebelumnya US$ 5.708 per ons.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,444 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,789 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,518 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,252 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,720 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,385 juta
- Emas 25 gram: Rp 68,337 juta
- Emas 50 gram: Rp 136,595 juta
- Emas 100 gram: Rp 273,112 juta
- Emas 250 gram: Rp 682,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,364,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,729,600 miliar.

