Bagikan

Harga Emas Antam (ANTM) Turun, Ternyata Pemicunya Bukan Hanya Dolar

Poin Penting

Harga emas Antam turun Rp 5.000 per gram menjadi Rp 2,764 juta, sementara buyback turun Rp 7.000.
Lonjakan yield obligasi AS dan Jepang menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai global.
Ketegangan geopolitik AS-Iran dan penguatan dolar memperburuk tekanan pada harga emas dunia.

JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Senin (18/5/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,764 juta atau turun Rp 5.000 dari Sabtu (16/5/2026) Rp 2,769 juta per gram seiring lonjakan yield obligasi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,569 juta atau turun Rp 7.000 dari sebelumnya Rp 2,576 juta.

Baca Juga

Harga Emas Antam (ANTM) Tertahan, Pasar Tunggu Arah The Fed

Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang menyentuh level terendah dalam 1,5 bulan pada perdagangan Asia, Senin (18/5/2026), Harga emas spot turun 1,3% menjadi US$ 4.483,67 per ons pada pukul 07.44 waktu Asia. Sementara itu, kontrak emas berjangka melemah lebih dalam sebesar 1,7% ke level US$ 4.484,82 per ons.

Tekanan terhadap emas terjadi di tengah kenaikan tajam yield obligasi di negara-negara maju. Pasar menilai konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi mendorong inflasi global, terutama melalui lonjakan harga energi, yang pada akhirnya dapat memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Yield obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 1 bulan. Pada saat yang sama, yield obligasi Pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak ke posisi tertinggi dalam 29 tahun.

Kenaikan yield tersebut dipicu spekulasi bahwa inflasi akibat konflik Iran dapat mendorong bank sentral di berbagai negara mengambil sikap lebih hawkish atau agresif dalam menaikkan suku bunga. Situasi ini menjadi sentimen negatif bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat karena biaya peluang investasi menjadi lebih tinggi.

Selain itu, penguatan dolar AS turut menambah tekanan pada pasar logam mulia secara keseluruhan. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa “waktu terus berjalan” bagi Iran untuk menerima kesepakatan damai yang diajukan.

Baca Juga

Harga Emas Melemah di Tengah Tekanan Inflasi, Pasar Tunggu Pertemuan Trump-Xi

Laporan terbaru menyebutkan AS dan Israel tengah mempertimbangkan opsi tindakan militer baru terhadap Iran, menyusul mandeknya proses negosiasi damai yang hingga kini belum menunjukkan hasil berarti.

Di sisi lain, pertemuan puncak yang melibatkan Trump di China juga belum menghasilkan perkembangan signifikan terkait penyelesaian isu Iran.

Datar harga emas Antam hari ini:

- Emas 0,5 gram: Rp 1,432 juta

- Emas 1 gram: Rp 2,764 juta

- Emas 2 gram: Rp 5,468 juta

- Emas 3 gram: Rp 8,177 juta

- Emas 5 gram: Rp 13,595 juta

- Emas 10 gram: Rp 27,135 juta

- Emas 25 gram: Rp 67,712 juta

- Emas 50 gram: Rp 135,345 juta

- Emas 100 gram: Rp 270,612 juta

- Emas 250 gram: Rp 676,265 juta

- Emas 500 gram: Rp 1,352,820 miliar

- Emas 1.000 gram: Rp 2,704,600 miliar.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024