Bagikan

ESDM Genjot SPKLU Tembus 62.000 Unit pada 2030 untuk Percepat Era Kendaraan Listrik

Poin Penting

Jumlah SPKLU roda empat nasional telah mencapai 4.892 unit dan ditargetkan naik drastis pada 2030.
Pemerintah menilai percepatan kendaraan listrik dapat mengurangi impor serta subsidi bahan bakar minyak nasional.
Program Entrev memperluas edukasi dan pelatihan kendaraan listrik di 9 kota untuk dukung transisi energi.

JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong ekosistem kendaraan listrik melalui penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Ferry Triansyah menyebut, langkah ini tidak hanya bagian dari upaya pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi, khususnya pengurangan impor serta subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga

PLN Siagakan 4.769 SPKLU untuk Mudik Lebaran 2026

"Hingga Mei 2026, SPKLU roda empat di Indonesia telah mencapai sekitar 4.892 unit. Target pertumbuhan SPKLU roda empat pada 2030 sebesar 62.918 unit," ucap Ferry dalam acara pembukaan Project Board Meeting Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (Entrev), Jumat (8/5/2026).

Langkah konkret terkait percepatan kendaraan listrik terus dilakukan melalui kolaborasi pengembangan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di tiga provinsi pilot project, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. Selain pilot percontohan, proyek Entref telah melakukan replikasi di enam kota, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, dan Serang (Banten).

Ilustrasi SPKLU. Dok PLN

Menurut Ferry, proyek Entrev telah melaksanakan sosialisasi KBLBB di enam kota tersebut dan saat ini tengah menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi siswa SMK.

Head of Environment Unit United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Aretha Aprilia, menyampaikan bahwa dinamika geopolitik dan gangguan rantai pasok energi global menjadi pengingat bahwa transisi menuju kendaraan listrik bukan hanya untuk perlindungan lingkungan, tetapi langkah strategis mewujudkan kemandirian energi nasional.

Baca Juga

Penggunaan SPKLU Naik 4,14 Kali Saat Lebaran 2026, PLN Ungkap Tren Kendaraan Listrik

“Proyek Entrev sudah memainkan peran yang sangat penting sebagai enabler dan katalisator, dan izinkan kami untuk menyampaikan bahwa pada kuartal pertama di 2025, proyek ini telah menjalani mid-term review (MTR) yakni MTR menegaskan bahwa project Entrev masih tetap sangat relevan dengan tujuan transisi kendaraan listrik nasional Indonesia,” tegas Aretha.

Entrev merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan UNDP untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik. Program ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik dan pembangunan SPKLU di Indonesia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024