Bagikan

Implementasi B50 Dorong Pertamina Tambah Kapasitas Tangki Penyimpanan

Poin Penting

PT Pertamina Patra Niaga memetakan seluruh sarana untuk mendukung implementasi B50, termasuk penambahan kapasitas tangki penyimpanan di terminal BBM.
Tidak semua terminal memiliki ruang pengembangan, sehingga menjadi tantangan dalam pembangunan tangki baru di sejumlah lokasi.
Baru sekitar 35 terminal yang bisa menerima pasokan FAME langsung, sementara wilayah terpencil masih bergantung pada distribusi biodiesel dalam kondisi sudah tercampur.

JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Patra Niaga mengungkap implementasi program biodiesel B50 membutuhkan penyesuaian infrastruktur hingga penambahan kapasitas tangki penyimpanan di sejumlah terminal BBM.

VP Business Development & Subsidiary Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan mengatakan pihaknya saat ini tengah memetakan seluruh sarana dan fasilitas (Sarfas) untuk mendukung implementasi B50. Adapun B50 merupakan campuran 50% biodiesel berbahan fatty acid methyl ester (FAME) dan 50% solar fosil.

“Kami coba mapping sekarang, mengakses beberapa sarpras (sarana dan prasarana). Semua sarpras yang kami miliki untuk bisa menyiapkan menerima implementasi B50 ini. Karena ada beberapa lokasi yang memang perlu kita siapkan secara tangki storage,” ujar Sigit dalam acara seminar nasional Implementasi Program Biodiesel B50 yang diselenggarakan Investortrust.id di Hotel Arya Duta, Jakarta, Kamis, (30/4/2026).

Baca Juga

Gapki: Implementasi B50 Hemat Devisa hingga Rp 172,35 Triliun

Menurut dia, tantangan muncul karena tidak seluruh terminal BBM milik Pertamina memiliki kapasitas lahan yang memadai untuk penambahan tangki penyimpanan. Beberapa terminal bahkan berada di lokasi dengan keterbatasan area pengembangan.

“Kalau misalnya satu terminal, misalnya di Baubau di Sulawesi ternyata, atau di Plumpanv misalnya, di Pumpang itu ternyata secara kapasitas sangat terbatas, sementara di sampingnya itu banyak kemungkinan yang tidak bisa kita gusur, yang tidak bisa kita beli, juga menjadi challenge,” ujarnya.

Para pembicara dan moderator berfoto bersama Chief Executive Officer (CEO) Investortrust Primus Dorimulu usai menerima token of appreciation pada Seminar tentang Implementasi Program Biodiesel B50, Peluang, Tantangan dan Strategi Nasional di hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis, (30/4/2026). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa

Sigit mengatakan Pertamina perlu menyiapkan tangki dengan kapasitas lebih besar seiring meningkatnya kandungan FAME dalam biodiesel. FAME sendiri merupakan bahan baku biodiesel yang umumnya berasal dari minyak sawit dan dicampur ke dalam solar.

“Kami harus menyiapkan tangki yang lebih besar untuk menghandle FAME, karena peningkatan komponen FAME,” imbuhnya.

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga: Implementasi B50 Picu Surplus Solar 8,3 Juta Kl

Selain itu, ia menjelaskan saat ini hanya sekitar 35 terminal utama Pertamina yang dapat menerima pasokan FAME dari produsen biodiesel. Sementara terminal di wilayah terpencil masih menghadapi kendala akses distribusi sehingga produk biodiesel harus dikirim dalam kondisi sudah tercampur (blended).

Para pembicara dan moderator berfoto bersama Chief Executive Officer (CEO) Investortrust Primus Dorimulu usai menerima token of appreciation pada Seminar tentang Implementasi Program Biodiesel B50, Peluang, Tantangan dan Strategi Nasional di hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis, (30/4/2026). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024