Pemerintah Dorong Ekosistem Ekonomi Desa Berbasis Komunitas untuk Kemandirian Daerah
Poin Penting
|
LAMPUNG TIMUR, Investortrust.id - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas di Kabupaten Lampung Timur untuk mempercepat kemandirian daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Pendekatan pembangunan yang melibatkan masyarakat secara aktif menjadi kunci memperkuat fondasi ekonomi desa dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan eksternal.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan pembangunan ekonomi daerah harus bertumpu pada sinergi antara kebijakan pemerintah dan inisiatif masyarakat.
“Kehadiran kami di Lampung Timur adalah untuk memastikan konsep ‘Perintis Berdaya’ tumbuh bersama kearifan lokal. Kita berupaya mentransformasi ketergantungan menjadi kemandirian dengan membangun ekosistem ekonomi desa tangguh, setiap local champion atau tokoh penggerak lokal menjadi pilar utamanya,” ujar dia dikutip pada Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, pendekatan yang hanya bersifat top-down atau dari atas ke bawah sering kali tidak mampu menangkap dinamika lokal yang justru menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.
Baca Juga
Dalam kegiatan tersebut, Kemenko PM menggelar "Dialog Bersama Deputi" yang menekankan pentingnya partisipasi publik dalam perumusan kebijakan. Leontinus menyatakan pihaknya berperan sebagai pendengar aktif untuk menyerap aspirasi pelaku usaha dan pengelola koperasi.
Menurutnya, langkah ini penting agar kebijakan yang dihasilkan melalui fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian dapat lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan serta mendorong solusi yang inklusif.
Program pemberdayaan ini difokuskan pada penguatan inovasi digital, literasi keuangan, ekosistem kewirausahaan, serta pelindungan pekerja migran Indonesia. Di Lampung Timur, implementasi program diarahkan untuk memperkuat sektor usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi desa.
Leontinus menegaskan bahwa pelindungan pekerja migran harus dimulai dari desa sebagai basis komunitas. “Negara hadir untuk memastikan jaringan dukungan komunitas di desa menjadi benteng perlindungan pertama bagi pekerja migran kita, memastikan mereka berangkat dengan informasi yang benar dan pulang dengan kesuksesan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyatakan pemerintah daerah menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai dorongan baru bagi pembangunan ekonomi lokal.
“Kami berkomitmen menyelaraskan gerak pembangunan daerah dengan program pusat. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan Kemenko PM, kami yakin potensi besar pertanian dan UMKM di desa-desa kami akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri,” ujarnya.
Baca Juga
Perkuat SDM MBG, Menekraf Buka Pelatihan Juru Masak di Lampung
Sementara itu, Koordinator Program Ilo Protect untuk Migrasi Kerja Sinthia Harkrisnowo menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penguatan pelindungan pekerja migran melalui peningkatan kapasitas dan literasi.
“Kami mendukung penuh rencana aksi nasional pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis agar mereka mampu bersaing secara global dengan jaminan keselamatan kerja yang mumpuni,” katanya.

