Unit Link Saham Jadi Primadona, Padahal…
JAKARTA, investortrust.id – Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link ber-underlying asset saham masih menjadi primadona investor meski kinerjanya jauh di bawah indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Di unit link ini orang lebih suka di saham, baru kemudian campuran, pendapatan tetap, lalu pasar uang," kata Direktur PT Infovesta Utama, Parto Kawito.
Parto mengungkapkan hal itu pada acara Best Unit Link Award 2024 yang digelar investortrust.id dan PT Inovesta Utama di Financial Club, Jakarta, Rabu (28/02/2024). Pada acara tersebut, sebanyak 19 perusahaan pengelola unit link memenangi sejumlah kategori Best Unit Link Award 2024.
Baca Juga
Parto Kawito mengaku cukup terkejut terhadap tingginya minat investor terhadap unit link berbasis saham. “Padahal kinerja unit link saham jauh di bawah IHSG,” tutur dia.
Tahun lalu, menurut Parto, IHSG tumbuh 6,16%, sedangkan Infovesta Government Bond Index dan Infovesta Corporate Bond Index masing-masing naik 4,64% dan 3,61%.
Di sisi lain, kata dia, indeks produk unit link tahun lalu mencatatkan pertumbuhan yang kurang menggembirakan, termasuk unit link berbasis saham.
Infovesta Fixed Income Unit Linked dan Infovesta Money Market Unit Linked Index Index pada 2023 masing-masing naik 4,79% dan 2,74%. Adapun Infovesta Balanced Unit Linked Index naik 2,46%.
“Nah, Infovesta Equity Unit Linked Index hanya tumbuh 2,67%, tak sampai separuh pertumbuhan IHSG. Mungkin inilah yang menjadi penyebab hasil investasi (return) unit link diprotes para investornya karena membukukan return di bawah ekspekstasi,” papar dia.
Baca Juga
Parto menjelaskan, jumlah produk unit link campuran tahun lalu berkurang dari 131 produk menjadi 123 produk. Sedangkan unit link pasar uang menyusut menjadi 73 produk dari 77 produk, unit link pendapatan tetap turun dari 137 produk menjadi 125 produk, dan unit link saham berkurang dari 218 produk menjadi 215 produk.
Di sisi lain, kata Parto, produk unit link berdenomisasi rupiah sedikit menyusut, terutama untuk produk campuran dan saham. Pada 2018, produk unit link campuran berjumlah 125 unit, kemudian turun menjadi 106 unit pada 2023. Sedangkan unit link saham turun dari 174 unit menjadi 161 unit.
"Sebaliknya, unit link berdenominasi dolar AS jumlahnya tetap," tutur dia.
