Transaksi Afiliasi, Manuver Anak Usaha Adaro (ADRO) di Ujung Tahun
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengungkap transaksi afiliasi oleh dua anak usahanya, yaitu PT Alam Tri Abadi (ATA) dan PT Indoprima Niaga Sejahtera (INS).
Diketahui, ATA merupakan anak usaha ADRO dengan status kepemilikan langsung sebanyak 99,99% saham. Sedangkan INS dimiliki ADRI secara tidak langsung dengan kepemilikan saham 65%.
Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen ADRO melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), telah terjadi transaksi afiliasi, di mana ATA memberikan pinjaman Rp 136,17 miliar kepada INS.
Baca Juga
Jangka waktu fasilitas pinjaman sekitar 1 tahun atau akan jatuh tempo pada 31 Desember 2024 dengan tingkat bunga 7% per tahun. “Kedua pihak telah menandatangani perjanjian pinjam-memintam pada tanggal 28 Desember 2023,” tulis Manajemen ADRO yang dikutip, Sabtu (30/12/2023).
Tentang latar belakang transaksi afiliasi ini dilakukan oleh Perseroan melalui ATA dengan tidak melibatkan pihak ketiga, karena, selain mengoptimalkan tingkat pengembalian atas likuiditas yang dimiliki, juga untuk mendiversifikasi sumber pendapatan ADRO.
Langkah ini dinilai akan memberikan manfaat yang lebih besar untuk Perseroan dibandingkan dengan melakukan investasi pada pihak ketiga atau instrument keuangan lain.
Sedangkan bagi INS, transaksi perjanjian pinjaman ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik sehubungan dengan ketersediaan dana untuk pengembangan bisnis yang relatif lebih cepat prosesnya jika dibandingkan dengan proses yang dilakukan bersama pihak ketiga.
Baca Juga
Diversifikasi Kekuatan Baru Adaro (ADRO), Begini Prospek Sahamnya
“Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif maupun kuantitatif dari rencana Transaksi Afiliasi, Penilai berpendapat bahwa rencana transaksi afiliasi adalah wajar,’’ urai Manajemen ADRO.
Untuk diketahui, ATA adalah anak usah ADRO yang bergerak di bisnis perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas dan produk terkait, perdagangan besar produk pertanian dan hewan hidup, perkebunan karet dan tanaman penghasil getah lainnya, perkebunan buah kelapa sawit, dan kegiatan konsultasi manajemen.
Sedangkan INS merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi manajemen dan konsultasi bisnis dan broker bisnis. INS juga memiliki anak‐anak perusahaan yang bergerak antara lain dalam bidang penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, serta pelayanan kepelabuhanan sungai dan danau.
‘’Transaksi Perjanjian Pinjaman ini akan memberikan nilai positif bagi kedua pihak dan juga semakin mendukung tujuan Perseroan sehubungan dengan pengembangan bisnis dan memaksimalkan tingkat pengembalian,’’ ulas Manajemen ADRO.
