Diversifikasi Kekuatan Baru Adaro (ADRO), Begini Prospek Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyimpan potensi pertumbuhan dalam jangka panjang, seiring dengan massifnya diversifikasi bisnis. Sejumlah iniasiatif bisnis tersebut diharapkan menjadi bantalan di tengah penurunan harga komoditas batu bara.
Tim riset RHB Sekuritas menyebutkan, diversifikasi bisnis yang tengah gencar dilakukan Adaro akan menjadi membantu performa kinerja keuangan tetap solid, meskipun harga batu bara global cenderung melemah. Diversifikasi tersebut juga berpotensi memperkuat nilai ESG perseroan dalam jangka panjang.
Baca Juga
Beberapa ekspansi yang diharapkan menjadi sumber penopang pertumbuhan keuangan ke depan adalah ekspansi bisnis aluminium dengan target produksi sebanyak 500 ribu ton pada 2025. Perseroan juga tengah mengembangkan pembangkit listrik ramah lingkungan.
Perseroan juga sudah berinvestasi pada sektor utilitas pembangkit listrik tenaga panas bumi, pembangkit listrik surya, hingga pembangkit listrik tenaga angin. Perseroan juga mengembangkan pembangkit listrik energi terbarukan lainnya.
Terkait bisnis penjualan batu bara, dia mengatakan, perseroan gencar menaikkan kapasitas produksi batu bara metalurgi dari saat ini sebanyak 3 juta ton menjadi 6 juta ton ke depan. Hal ini diharapkan menjadi sentiment positif terhadap segmen bisnis batu bara perseroan.
Namun dari sisi harga jual batu bara, RHB Sekuritas menyebutkan, masih menjadi tantangan perseroan hingga tahun depan. Stabilnya harga jual tersebut menjadikan pencapain kinerja keuangan perseroan akan lebih rendah ke depan. Hal ini membuat rasio dividen kemungkinan terpangaruh.
Baca Juga
Saham EDGE dan DCII Kompak ARA, Kekayaan Otto Toto Sugiri Melesat
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas merevisi turun rekomendasi saham ADRO menjadi netral dengan target harga Rp 2.740.
Target tersebut mempertimbangkan perkiraan laba bersih perseroan menjadi US$ 1,42 miliar tahun ini dan diperkirakan kembali turun menjadi US$ 1,02 miliar tahun 2024. Sedangkan penjualan diperkirakan turun menjadi US$ 6,16 miliar pada 2023 dan menjadi US$ 5,54 miliar pada 2024.
RHB Sekuritas memperkirakan peningkatan volume produksi perseroan sebanyak 5% menjadi 66 juta ton pada 2024. Sedangkan rata-rata harga jual diperkirakan turun menjadi US$ 79,7 per ton.
Proyeksi Kinerja Keuangan Adaro:
