Survei WEF Ungkap Disrupsi AI Meningkat pada 2024
JAKARTA, Investortrust.id - World Economic Forum (WEF) melakukan survei terhadap sejumlah responden di dunia tentang artificial intelligent (AI). Hasil survei menunjukkan keyakinan responden soal disrupsi AI meningkat pada 2024.
Prediksi ini sudah muncul sejak Mei 2023, di mana para ekonom menyoroti AI yang diprediksi bakal menyebabkan perubahan signifikan. Termasuk menghadirkan tantangan baru bagi dunia usaha dan pembuat kebijakan.
Bahkan pada survei WEF terbaru, 50% responden memprediksi teknologi bakal menjadi disruptif pada akhir tahun 2024. Hal itu meningkat dibandingkan 42% pada 2023.
Disrupsi atau perubahan yang dimaksud antara lain peningkatan efisiensi dalam produksi, akselerasi inovasi, peningkatan standar kehidupan, dampak positif bagi pekerja, pemisahanan produktivitas dari pengupahan, relokasi aktivitas ekonomi hingga penurunan kepercayaan.
Baca Juga
WEF 2024 : Mengembalikan Kepercayaan di Tengah Dunia yang Terpecah
“Aksesibilitas dan keserbagunaan AI tidak hanya menunjukkan dampak yang luas di seluruh sektor perekonomian. Tetapi mungkin juga penerapannya lebih cepat dibandingkan kemajuan teknologi di masa lalu," kata Kepala Riset Ekonomi di Barclays, Christian Keller dikutip dari website resmi WEF, Senin (15/1/2024).
Keller mengatakan para ekonom berkeyakinan negara maju bakal menikmati banyak manfaat dari AI. Mulai dari mengimbangi kekurangan tenaga kerja dan mendorong percepatan inovasi.
Namun, hal ini bisa memperlebar kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang, meski negara berkembangan bakal menikmati peningkatan produktivitas dan menaikkan pendapatan pekerja.
"Lambatnya kemajuan di negara berpendapatan rendah bisa memperlebar kesenjangan ekonomi dan teknologi," tuturnya.
Sementara itu, Penasihat Ekonomi Gulf International Bank, Rima Bhatia menyebut munculnya AI generatif menjadi penanda era baru ekspansi ekonomi global. Menurutnya hal ini menimbulkan konsekuensi besar bagi perekonomian dan industri global.
"Termasuk potensi peningkatan otomatisasi, pertumbuhan produktivitas, efisiensi, dan analisis data," tuturnya.
Baca Juga
Peserta pertemuan mencoba VR (Virtual Reality) di sela Pertemuan Tahunan World Economic Forum 2024 di Davos-Klosters, Swiss (15/01/2024). Foto: World Economic Forum/Ciaran McCrickard.
