Dewan Pers: Media Massa Hadapi Disrupsi Berganda
JAKARTA, Investortrust.id -- Dewan Pers menggelar Konvensi Nasional Media Massa 2025 dengan tema "Disrupsi Berganda Terhadap Media Massa". Anggota Dewan Pers Paulus Tri Agung Kristanto mengatakan tema tersebut diangkat lantaran pers saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Paulus mengatakan ada dua disrupsi yang kini melanda pers di dunia termasuk Indonesia. Pertama, disrupsi perubahan publik dalam mengkonsumsi media.
"Lahirnya generasi baru membuat perubahan terhadap cara berpikir. Kemudian berkembang lagi perubahan-perubahan publik masyarakatnya karena ada perkembangan geopolitik, perkembangan ekonomi, perkembangan sosial yang kemudian membuat sebuah tantangan dan peluang sekaligus," kata Paulus dalam sambutannya, Kamis (20/2/2025).
Kemudian disrupsi yang kedua yakni terkait dengan penggunaan teknologi. Teknologi komunikasi termasuk digital di dalamnya, memberikan peluang dan sekaligus juga tantangan bagi media massa.
"Kita melihat bagaimana pertumbuhan dan perkembangan teknologi. Dan terakhir adalah lahirnya kecerdasan buatan yang memudahkan masyarakat dan itu semua memberikan peluang dan sekaligus tantangan bagi media massa bagi pers di negara kita dan dunia," ucapnya.
Paulus mengatakan melalui konvensi nasional tersebut, seluruh insan pers diharapkan bisa saling berdiskusi dan menyusun langkah yang harus dilakukan ke depan. Melalui konvensi tersebut diharapkan ada saran yang bisa disampaikan kepada pemerintah agar ada kehidupan pers yang lebih baik.
Dewan Pers menggelar Konvensi Nasional Media Massa 2025 bertajuk Disrupsi Berganda Terhadap Media Massa. Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut antara lain Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat I Made Sunarsa, dan Dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Ignatius Haryanto.
Sesi kedua diskusi menghadirkan Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Zulfiani Lubis, Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial Indonesia Dini Fronitasari, Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas Suprapto Sastro Atmojo. (C-14)

