Simak Daftar Top 10 Market Cap BEI, Ternyata Ada Perubahan jelang Libur Lebaran
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap mempertahankan posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski sempat tergusur pada akhir tahun lalu.
Berdasarkan data BEI, BBCA tercatat sebagai satu-satunya emiten dengan market cap yang berada di atas Rp 1.000 triliun, tepatnya mencapai Rp 1.211,17 triliun. Market cap tersebut diraih dengan mengacu harga penutupan saham BBCA level Rp 9,825 pada penutupan perdagangan sebelum libur lebaran kali ini.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Tetap Teratas, Berikut Daftar Top 5 Terkaya Indonesia
BBCA merupakan bank swasta terbesar di Tanah Air yang dikendalikan Hartono bersaudara, pengusaha kelas kakap dari Kudus-Jawa Tengah. Berkat kapitalisasi tersebut R Budi Hartono mencetak kekayaan US$ 25,3 miliar dan Michael Hartono dengan kekayaan US$ 24,3 miliar menduki peringkat daftar orang terkaya empat dan lima di Indonesia.
Sebagiamana diketahui keluarga Hartono melalui PT Dimuria Investama bertindak sebagai pemegang 54,942% saham BBCA. Bank swasta terbesar ini tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI dengan nilai Rp 1.211,17 triliun.
Sedangkan emiten dengan market cap terbesar kedua diduduki PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) senilai Rp 926,46 triliun. BREN berhasil menggulingkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dari posisi kedua setelah harga saham bank pelat merah ini turun dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga
Di Tengah Gempuran Digitalisasi, BCA Sebut Peran Kantor Cabang Masih Penting
BREN merupakan emiten pembangkit listrik panas bumi dengan kapasitas terpasang terbesar di Indoensia mencapai 886 MW. BREN merupakan perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu, pengusaha kelahiran Pontianak dan terkaya di Indonesia, melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Ternyata tidak hanya BREN, emiten lain yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), masuk dalam daftar top 10 market cap terbesar di BEI. TPIA menduduki peringkat ke tujuh dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 614,22 triliun.
Berkat saham BREN dan TPIA, Prajogo Pangestu bertengger dalam daftar orang terkaya di Indonesia dan peringkat 26 dunia dengan total kekayaan senilai US$ 48,2 miliar. Kekayaan Prajogo jauh di atas daftar lima terkaya lainnya di Indonesia.
Baca Juga
Sedangkan emiten dengan market cap terbesar peringkat tiga didukung emiten bank BUMN ini, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dengan nilai Rp 856,53 triliun. Posisinya tergusur ke peringkat ketiga dalam beberapa pekan terakhir setelah saham BBRI mengalami penurunan.
Sedangkan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat didukung PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bernilai Rp 649,62 triliun. Emiten Agoes Projosamito, grup Medco, grup Salim, dan Alexdander Ramlie ini menjadi perusahaan dengan penguatan harga saham yang konsisten terhitung sejak listing perdana di BEI tahun lalu.
Baca Juga
Nilai Transaksi Kartu Bank Mandiri Tembus Rp 3 Triliun Selama Ramadan
Berkat lompatan harga saham AMMN menjadikan pemegang sahamnya masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Di antaranya, Agoes Projosamito meraup kekayaan US$ 6,2 miliar atau menduduki peringkat enam di Indonesia. Begitu juga dengan Alexdander Ramlie meraup ekkayaan US$ 2,9 miliar dari saham emiten pertambangan tersebut.
BEI juga mencatatkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai emiten dengan market cap terbesar ke lima bernilai Rp 630,62 triliun. Bank Mandiri merupakan bank BUMN terbesar kedua di Indonesia setelah BBRI.
