Bersejarah! BREN Salip Market Cap BBCA di Pasar Intraday
JAKARTA, investortrust.id – Untuk pertama kalinya sejak tahun 2014, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bisa disalip dari sisi kapitalisasi pasar (market cap). Hal ini terjadi setelah harga saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) merangsek naik ke level tertinggi baru hingga perdagangan intraday sesi I hari ini.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham BREN menguat Rp 375 (,4,84%) menjadi Rp 8.125 menjadi Rp 8.125 menjadikan market cap melesat menjadi Rp 1.087,01 triliun.
Baca Juga
Bagi Dividen Rp 5,23 Triliun, Manajemen BBCA Bongkar Faktor Pendorong Peningkatan
Sedangkan saham BBCA turun tipis Rp 50 (0,57%) menjadi Rp 8.775 yang menjadikan market cap berada di Rp 1.081 triliun. Hal ini menjadikan BBCA menjadi emiten dengan market cap nomor dua di BEI pada perdagangan intraday sesi I, Jumat (8/12/2023).
Berdasarkan data, BBCA mulai menduduki posisi teratas pencetak market cap sejak September 2014 setelah menggeser saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Astra International Tbk (ASII). Sejak saat itu, dominasi BBCA tak terkalahkan sampai sekarang.
Baca Juga
Potensi Naik Lebih Besar Dibanding Koreksi, Saham ASII Direkomendasikan Beli
Sementara itu, Barito Renewable merupakan perusahaan pembangkit Listrik panas bumi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini dikuasai secara tidak langsung Prajogo Pangestu melalui perusahaannya PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
BREN mulai mencatatkan saham perdana di BEI sejak 9 Oktober 2023 dengan harga pelaksanaan Rp 780. Dengan demikian, saham emiten Prajogo Pangestu ini telah melesat lebih dari 940% sejak listing perdana atau lebih dari satu bulan terakhir.
